Ini tiga cara cantik supaya  bisa menikmati Bromo dari sudut-sudut ciamik.

BELUM pernah ke Bromo? Rugi besar! Segera rencanakan liburan untuk menyambangi satu dari 10 destinasi unggulan yang sudah ditetapkan Kementerian Pariwisata. Banyak orang jatuh cinta dengan gunung aktif yang super cantik itu. Jangan heran jika mereka rela datang berkali-kali untuk menikmati dingin udara, pemandangan memesona, dan menyatu dengan kehidupan Suku Tengger.

IMG_1188

Seruni Point/Foto: Lintang Rowe

Peter, wiraswasta yang bermukim di Tangerang mengaku telah empat kali menikmati Bromo. Damia Kartika, karyawan swasta di Jakarta mengaku setiap tahun ke Bromo, terutama sejak adanya Jazz Bromo. Sendy, fotografer profesional mengaku sudah 7 kali datang untuk mengabadikan Gunung Bromo. Itu pun baru satu view point Puncak B29 yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Belum lagi gardu pandang yang ada di kabupaten lain. Maklum, secara geografis Gunung Bromo terletak di empat wilayah kabupaten, yakni Probolinggo, Malang, Lumajang, dan Pasuruan.

Jika belum pernah ke Bromo atau sudah punya rencana untuk menikmati gunung cantik itu, simak tiga view point utama untuk menyaksikan keindahan Bromo dan lautan pasirnya. Ketiganya sama-sama menyedot perhatian wisatawan dalam dan luar negeri. Ketiganya sama-sama memiliki keunggulan dan menyodorkan pemandangan dan pengalaman luar biasa. Selain itu, nikmati juga kehidupan dan budaya masyarakat Suku Tengger.

Baca juga artikel Makna Pemakaian Sarung di Suku Tengger. Berikut empat akses utama menuju Gunung Bromo dan tiga view point utama untuk menikmati sunrise di Gunung Bromo.

 

AKSES UTAMA
Gunung Bromo menawarkan empat akses utama menuju beberapa view point Penanjakan 1, Seruni Point, Puncak B29 dan B30.

.
1. Surabaya – Probolinggo – Bromo melewati Sukapura, Ngadisari, dan Cemoro Lawang. Jalur ini paling banyak diminati karenainfrastrukturnya tergolong rapi. Jalanan sudah mulus, melewati pedesaan, dan banyak hotel di kawasan tersebut. Lama perjalanan dari Surabaya menuju Ngadisari (tempat wisatawan menginap) sekitar 3 hingga 3,5 jam perjalanan darat. View point yang dituju Pananjakan satu dan Seruni Point.
2. Surabaya – Pasuruan – Bromo: melewati Wonokitri. Jalan di jalur ini juga sudah mulus. Sepanjang perjalanan akan disuguhi suasana pedesaan dan agrowisata. Lama perjalanan dari Surabaya sekitar 3 hingga 3,5 jam. View point yang dituju adalah Pananjakan 1 dan Seruni Point.
3. Malang – Jemplang – Ngadas – Bromo. Dari Kota Malang menuju Desa Ngadas jaraknya sekitar 55 km. Dari desa Ngadas hanya butuh waktu sekitar 15 menit menuju persimpangan jalan ke Bromo dan Ranu Pane (awal pendakian Gunung Semeru). Dari persimpangan itu menuju view point Pananjakan sekitar 1 jam perjalanan. Beberapa spot jalur ini menyuguhkan pemandangan indah. Pagi dan sore hari, kabut memenuhi jalanan, seperti awan berjalan. View point yang dituju Pananjakan 1 dan Seruni Point.
4. Malang – Lumajang – Argosari. Ini jalur terpanjang, butuh waktu sekitar 4,5 hingga 5 jam perjalanan. Namun, jika tidak terburu-buru, layak diperjuangkan. Pemandangan di jalur ini terkenal indah. view point yang dituju Puncak B29 dan B30.

EMPAT VIEW POINT BROMO
Ada empat view point utama yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati sunrise di Gunung Bromo. Keempatnya menawarkan pemandangan memesona.

PUNCAK B29 & B30

IMG_6739

Puncak B29/Foto: Sendy Aditya Saputra

 

IMG_6178(1)

Hijau pemandangan sepanjang perjalanan ke B29/Foto: Lintang Rowe

Ini salah satu view point Bromo yang digemari wisatawan. Terletak di Kabupaten Lumajang, atau sekitar 4,5 jam berkendara dari Kota Malang. Jauh? Memang jika dibandingkan dengan jalur Surabaya – Probolinggo dan Surabaya – Pasuruan, lokasi B29 terasa lebih jauh. Tapi jika Anda punya waktu luang, jalur ini layak diperjuangkan. Pemandangannya luar biasa indah. Sepanjang mata memandang terhampar hijau kontur tanah berbukit dan berlembah. Menakjubkan, bagaimana tanah dengan kemiringan ekstrem bisa begitu rapi ditanami daun bawang, kentang, wortel, tomat, dll.

 

 

IMG_6740

Camping di Puncak B29/Foto: Sendy Aditya Saputra

Di Puncak B29, seringkali wisatawan membuka tenda atau camping untuk menikmati udara dan suasana pegunungan. Selain itu, biasanya mereka melakukan itu agar bisa menangkap pergerakan sempurna matahari terbit.

Sekitar 1 km dari Puncak B29, ada Puncak B30 atau dikenal juga dengan nama Puncak Pundak Lembu. Anda bisa menikmati Bromo dari sudut pandang berbeda. Dua puncak berdekatan itu terletak dalam dua wilayah berbeda. Puncak B29 masuk Kabupaten Lumajang, sedangkan B30 masuk Kabupaten Probolinggo. Keduanya memiliki ketinggian melebihi puncak Gunung Bromo. B29 berada di ketinggian 2.900 mdpl, sedangkan ketinggian Gunung Bromo tercatat 2.393 mdpl.

 

Akses
  1. Dari Malang ke Desa Argosari pp bisa menyewa kendaraan dengan kisaran harga Rp900 ribu hingga Rp1.100.000
  2. Dari Desa Argosari (ada rest area), perjalanan menuju kaki Puncak B29 bisa dilanjutkan dengan ojek dengan biaya Rp75 ribu pp
  3. Dari perhentian ojek dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menuju Puncak B29
  4. Dari Puncak B29 perjalanan bisa dilanjutkan ke Puncak B30 sekitar 1 km.
Retribusi
  • Dikenai Rp5.000/orang di pos perizinan
Homestay
  • Jika ingin menginap di desa Argosari, banyak penduduk yang menawarkan rumahnya. Biayanya bervariasi, sekitar Rp60 ribu/orang/malam

 

SERUNI POINT

IMG_1140

Puncak Seruni Point/Foto: Lintang Rowe

 

IMG_1190

Kaki Seruni Point/Foto: Lintang Rowe

Seruni Point dikenal juga dengan nama Pananjakan 2, terletak di Kabupaten Probolinggo. Medan Seruni Point sedikit lebih berat dibandingkan dengan Pananjakan 1. Namun, rasa lelah terbayar ketika matahari mulai mengintip, menyibak kabut dan memunculkan pemandangan indah kawah Bromo. Ketika turun, pemandangan yang terhampar pun luar biasa.

 

 

 

IMG_0946

Cemoro Lawang/Foto: Lintang Rowe

Dari jalur Probolinggo dan Pasuruan, biasanya wisatawan akan menginap satu malam. Sore hari,  menjelajahi Cemoro Lawang berburu matahari tenggelam, dan keesokan hari sekitar pukul 03.00,  petugas hotel atau tuan rumah homestay akan membangunkan, karena harus bersiap melakukan perjalanan menuju Seruni Point untuk mengejar matahari terbit. Pemandangan di Seruni Point dan Cemoro Lawang sungguh romantis. Berikut beberapa informasi biaya seperti dituturkan Musa, Kasie Destinasi Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Probolinggo.

 

 

Akses
  1. Dari Surabaya menuju Desa Ngadisari, Probolinggo bisa menyewa kendaraan, dengan biaya sekali jalan Rp850.000.
  2. Setiap penginapan bisa dipastikan memiliki paket perjalanan menuju Bromo, berkolaborasi dengan komunitas hardtop. Ada dua paket yang bisa dipilih:
      • Paket pertama dua spot Rp550 ribu (Pananjakan 1, Lautan Pasir, dan Kawah Bromo
      • Paket kedua Rp650 ribu (Seruni Point, Lautan Pasir atau pasir Berbisik, Kawah Bromo, Bukit Teletubbies.

3. Dari kaki Seruni Point, perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalan kaki, atau memilih menggunakan kuda hingga titik tertentu sebelum akhirnya dilanjutkan dengan berjalan kaki menapaki tangga demi tangga. Menyewa kuda pp sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

Retribusi Ada dua retribusi, yakni retribusi objek wisata (Pemda) dan retrbusi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

  1. Retribusi objek wisata Rp5.000 (domestik) dan Rp10 ribu (mancanegara)
  2. Retribusi taman nasional:
      • Hari biasa Rp32.500 (domestik) dan Rp220 ribu (mancanegara)
      • Weekend Rp37.500 (domestik) dan Rp320 ribu (mancanegara)
Homestay/Hotel
  • Banyak penginapan yang tersebar di Desa Ngadisari. Harganya bervariasi, mulai dari Rp200.000 hingga lebih dari satu juta rupiah.

 

PANANJAKAN 1

IMG_0981

Pananjakan 1 /Foto: Lintang Rowe

Ini adalah view point paling populer di kalangan wisatawan yang ingin melihat puncak Bromo. Pananjakan 1 masuk dalam wilayah Kabupaten Pasuruan. Terletak di ketinggian 2.770 mdpl, dan lokasinya berhadapan langsung dengan puncak Gunung Bromo dan Batok dengan latar belakang Gunung Semeru. Posisi yang strategis itu menjadikan Pananjakan 1 banyak diincar wisatawan. Pananjakan 1 dan Seruni Point bisa dicapai di basecamp yang sama dari Desa Ngadisari, Probolinggo. Bisa juga dicapai dari Tosari Pasuruan, Biaya yang dikeluarkan untuk kendaraan dari surabaya dan retribusi tidak jauh berbeda dengan Seruni Point. Homestay juga dapat dengan mudah ditemui di Tosari. Harganya bervariasi, mulai dari Rp150 ribu. (D-1)