Telah terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat Indonesia, dari makanan atau minuman menjadi hiburan dan leisure.

SURVEI dari TripAdvisor menyebutkan, banyaknya jumlah generasi milenial tidak berpengaruh signifikan pada peningkatan perjalanan. “Sekitar 20 tahun lalu orang bisa mengatakan bahwa traveling banyak dilakukan anak-anak muda. Namun, saat ini orang yang lebih tua pun melakukan kegiatan itu,” papar Sarah Mathew yang menjadi pembicara sesi pertama Indonesia Tourism Outlook 2018, beberapa waktu lalu.

Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018 yang diselenggarakan Forum Wartawan Pariwisata itu, dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Hadir sebagai pembicara selain dari TripAdvisor, antara lain, pengamat ekonomi Faisal Basri, Senior Vice President – Government and Industry Affairs World Travel and Tourism Council Helen Marano, praktisi marketing Yuswohady, wakil AirAsia, dsb.

Pada kesempatan itu Sarah Mathew memaparkan kenyataan menarik terkait penjualan produk online dengan pengguna atau pembelinya. Data menunjukkan, lebih dari setengah pembeli produk sport adalah perempuan, 2 dari 3 pembeli produk kecantikan online adalah lelaki, dan 2 dari 5 pembeli produk bayi ternyata tidak memiliki bayi. “Kenyataan itu menuntut kita agar bisa lebih memahami pasar, termasuk dalam bisnis travel,” katanya.

Bicara tentang traveling, Mathew menegaskan tidak bisa lepas dari konsumsi dan sharing, Intinya, bagaimana produk bisa menjadi bahan konsumsi dengan target tepat sasaran dan pengalaman tersebut memungkinkan untuk dibagikan, sehingga mengundang lebih banyak lagi orang. Menurut survei TripAdvisor, kebiasaan traveler usia 18-34 tahun, 38% dipengaruhi informasi dari mulut ke mulut, 22% memilih destinasi berdasarkan rekomendasi, 35% membandingkan dengan destinasi-destinasi lain.

composite of docter pointing at healthcare graphics

Selain itu, sangat perlu diperhatikan ketersediaan fasilitas wifi di tempat-tempat wisata ataupun hotel. Jika hotel tidak memiliki wifi, tutur Mathew, maka akan dianggap sangat mengecewakan. “Intinya, jika ingin melihat market, bukan hanya bagaimana cara menarik mereka, tetapi juga bagaimana cara membuat hal tesebut menjadi keseharian mereka. Misalnya, traveler China terkenal sebagai wisatawan yang paling banyak melakukan booking online, maka pelaku bisnis harus siap dengan sistem pendukung pembayaran berbasis internet. Jika tidak, maka bersiaplah kehilangan pasar tersebut.”

Leisure Economy
Pada acara yang sama, pengamat marketing Yuswohady menyinggung tentang peran generasi milenial dan juga keterkaitan antara arah daya beli masyarakat secara umum. Dia menyebutkan telah terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat Indonesia, dari makanan/minuman menjadi hiburan dan leisure. “Ketika pendapatan perkapita masyarakat melewati angka US$3.000, maka akan terjadi pergeseran pola konsumsi dari good based consumption menjadi experience based consumption. Pada 2010, untuk pertama kalinya pendapatan perkapita Indonesia melewati angka tersebut. Itu berarti kelas menengah semakin besar, jumlahnya mencapai 60% dari total pendduk,” paparnya.

Pergeseran pola konsumsi itu menjawab beberapa fenomena sepinya pusat perbelanjaan seperti Roxi dan Glodok. “Jadi bukan karena daya beli menurun atau pun konsumen pindah ke e-commerce yang hanya menyumbang 1,2% dari toital GDP dan hanya 0,8% (2016) dari total penjualan ritel. Masyarakat menengah mulai memrioritaskan tabungan untuk tujuan liburan (experience). Ini juga menjelaskan, mengapa mal yang berkonsep lifestyle dan kuliner tetap ramai, sementara yang mengandalkan penjualan produk seperti pakaian, sepatu, dll semakin sepi.”

composite of docter pointing at healthcare graphics

 

Perlu Diversifikasi Destinasi
Pengamat ekonomi Faisal Basri menyebutkan bahwa industri pariwisata akan terus meroket menjadi primadona. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan komponen pariwisata, mulai dari transportasi udara, darat, dan laut, akomodasi, hingga kuliner.

composite of docter pointing at healthcare graphics

composite of docter pointing at healthcare graphics

composite of docter pointing at healthcare graphics

Pada kesempatan itu, Faisal Basri menyinggung tipisnya perbandingan inbound dan outbond. Dia khawatir, pada 2018-2019 jumlah wisatawan yang berlibur ke luar negeri (outbond) akan menyalip angka kedatangan wisatawan asing (inbound). Terkait dengan hal tersebut, Faisal menilai perlu segera dilakukan diversifikasi destinasi atau tujuan wisata untuk menekan angka outbond.

composite of docter pointing at healthcare graphics