Select Page

PULAU Papan, salah satu pulau di Kepulauan Togean yang masyarakatnya sudah siap menerima wisatawan. Pulau tersebut kerap menjadi base camp turis  nusantara dan mancanegara sebelum melakukan penjelajahan ke berbagai pulau di sekitarnya. Juga menjadi base camp wisatawan yang akan melakukan aktivitas snorkeling, diving, penelusuran pulau, hutan tropis, dan pengamatan habitat hewan endemik.

Biarkan diri Anda bersantai di Pulau Papan. Nikmati hidup di tengah laut, tinggal dii rumah-rumah yang menempel di batu karang dan  dihubungkan dengan jalanan serta jembatan-jembatan kayu. Begitu matahari pagi meninggi, perahu motor dan sampan mulai bergerak di bawah siraman cahaya keemasan. Anak-anak bersiap ke sekolah, radio berbunyi dari beberapa rumah, dan orang dewasa memulai rutinitas sehari-hari.

Home stay
Pulau Papan memiliki satu home stay dengan fasilitas memadai. Kamar bersih dengan bantuan pendingin kipas angin, kopi dan teh di dapur. Di seberang home stay, ada bangunan kayu menjorok ke laut yang dihubungkan dengan jembatan kayu yang berfungsi juga sebagai dermaga sederhana. Siang hari matahari menyengat, namun, angin laut meredakan panas.

Pagi, sore, dan malam hari menjadi waktu yang paling menyenangkan. Pagi menyaksikan matahari terbit, berperahu, snorkeling, atau sekadar menikmati kehangatan alam di beranda-beranda rumah. Sore hari waktunya bercumbu lagi dengan air laut, menyaksikan matahari terbenam, melihat aktivitas warga, anak-anak, dan duduk santai menyesap kopi atau teh, sembari menikmati suasana.

Malam hari obrolan kian panjang. Sesekali, menyaksikan penduduk menangkap ikan dengan tombak. Mereka menyelam, berjalan di dasar laut, dengan membawa senter di kepala dan tombak. Menakjubkan! Banyak di antara warga lokal yang bisa menyelam tanpa bantuan peralatan apa pun, kecuali kacamata. Mereka berjalan di dasar laut dengan kedalaman lebih dari 20 meter dan mampu menahan napas sampai lima menit lebih. Namun, kini warga lebih berhati-hati. Untuk menghindari gangguan kesehatan dan juga kematian, kepala desa mengimbau agar mereka tidak lagi menyelam lebih dari kedalaman 20 meter.

Pohon Sinyal
Ini unik. Pulau Papan punya pohon sinyal yang berdiri sendiri di atas bukit batu. Disebut pohon sinyal karena di situlah sesekali sinyal telepon genggam muncul, seiring dengan perubahan arah angin. Di malam hari, berbondong warga lokal dan wisatawan mendatangi pohon sinyal. Mereka menunggu giliran untuk berada di bawah pohon. Ada pembatasan tak lebih dari empat orang. Jika lebih dari itu, sinyal melemah.

Jembatan Panjang
Pulau Papan juga punya jembatan sepanjang 1.8 km menuju Pulau Kadoda. Setiap pagi, jembatan ini penuh anak-anak yang berangkat sekolah. Mereka berjalan kaki sejauh 2 km untuk mencapai sekolah yang lokasinya ada di Pulau Kadoda. Pada setiap kesempatan, penduduk Pulau Papan selalu mengungkapkan kerinduan punya sekolah sendiri.

Terlepas dari itu, jangan lewatkan kesempatan menelusuri jembatan penghubung itu. Wisatawan akan mendapatkan pemandangan luar biasa di pagi dan sore hari atau ketika matahari terbit dan terbenam. (D-1)