Select Page

RUGI besar jika datang ke Kabupaten Tanah Datar tanpa melakukan petualangan kuliner. Seperti daerah lain di Sumatra Barat, Tanah Datar kaya ragam kuliner, dan hampir semuanya menggunakan santan.

Kolestrol? Masyarakat setempat mengatakan, aneka rempah yang digunakan saat memasak bisa menetralkan penyebab kolestrol. Kebenaran dari perkataan itu, siapa yang tahu? Tapi yang jelas, rasa masakan di Tanah Datar memang kaya. Meski hampir semua menggunakan santan, namun setiap kecamatan punya kekhasan masing-masing. Di Batu Sangkar (Ibu Kota Kabupaten Tanah Datar), cobalah bubur kampiun, pical, lemang tapai, teh talua, hingga dadiah. Di luar Batusangkar, kuliner Tanah Datar tersebar di semua kecamatan. Berikut 7 kuliner Tanah Datar yang mesti dicoba. Dua di antara

(1) Bofet Baringin Sakti
Jl Soekarno Hatta (dekat pohon beringin tua)
Jam buka: 05.30 – 21.00 (kecuali minggu hingga pukul 14.00)

 IMG_0493

INI salah satu tempat yang menyajikan bubur kampiun, pical, teh talua, dan beberapa menu lain. Tempatnya sederhana, tapi menyenangkan dan berkesan rumahan. Sudah buka sebelum pukul 06.00, dan memiliki banyak pelanggan. Maklum, kedai makan itu sudah berusia 52 tahun dan menawarkan citarasa sedap.

Cobalah pical (mirip pecel), terdiri dari sayuran, mie, kemudian disiram bumbu kacang dengan taburan kerupuk. Pical menu sarapan pagi bebas santan. Lainnya adalah bubur kampiun, campuran antara lupis, kacang hijau, dan sejenis bubur sumsum. Jenis makanan yang satu ini menggunakan siraman santan.

Biar tidak penasaran, coba juga kopi atau pun teh talua. Jenis minuman yang digemari seantero Sumatra Barat. Bahannya kuning telur bebek yang diblender hingga lembut dan berbusa, kemudian dicampur dengan teh atau pun kopi dan diberi perasan jeruk nipis. Rasa amisnya tidak terasa, dan konon dipercaya bisa memberi banyak tambahan energi dan bisa menjadi penahan lapar. (D-1)

(2) Bofet Baru
Jl Soekarno Hatta (depan Pasar Batusangkar)
Jam buka: 05.30 – 18.30

IMG_0494

TAMPAK depan, Bofet Baru mirip dengan restoran Padang pada umumnya. Usia warung itu 56 tahun, lebih tua dibandingkan dengan Bofet Baringin Sakti. Menu yang ditawarkan bubur kampiun, kopi, dan yang istimewa ampiang dadiah, yaitu susu kerbau yang sudah difermentasi dalam wadah bambu dan dimakan dengan emping dari beras pulut.

Ampiang dadiah hanya tersedia setiap Kamis. Jangan bayangkan susu yang cari, karena susu kerbau jika dibiarkan ternyata membeku seperti krim. Bekuan itulah yang dinikmati bersama emping beras pulut. Konon, dadiah bisa mengantisipasi kepikunan dan menstabilkan tekanan darah.

Kopi di Bofet Baru juga cukup terkenal. Pembuatannya tidak biasa, karena kopinya dimasak dulu di atas api kecil, baru kemudian disajikan dengan campuran gula atau pun susu sesuai selera. Di pagi hari, tempat itu dipenuhi pelanggan yang datang mengisi perut sebelum melakukan aktivitas sehari-hari.

 

(3) Kuliner di Pasar Batusangkar

IMG_2853
MENIKMATI suasana pasar tradisional sungguh mengasyikan. Di pagi hari, sayur-sayur segar digelar hingga memenuhi salah satu sisi jalan. Di dalam pasar bisa dijumpai ibu-ibu penjual lemang tapai. Jika penasaran ingin mencoba, belilah secukupnya dan minta kualitas terbaik. “Cukup membeli Rp10 ribu dan minta lemang yang lembut,” ujar Ibu Eri dari Bofet Baringin Sakti memberi saran.

Tidak jauh dari pasar, ada warung sederhana, Sate (Padang) Mak Etek. Tidak ada salahnya mencicipi, harga satu porsi Rp15 ribu. Di sore dan malam hari, berjalanlah ke depan Pasar Batusangkar yang terleak di tepi jalan raya. Di situ berderet gerobak makanan, di antaranya terdapat Sate Didong, sate Padang yang cukup terkenal.

(4) Tungku Pongek Lapuak
Rumah Makan Mery
Jl Raya Piladang, Batusangkar Km3
Danglowe, Barulak
Telp: 081266927745

IMG_2977

RUMAH makan Mery wajib dikunjungi. Lokasinya di pinggir jalan raya, sekitar 40 menit dari Batusangkar. Apa sih istimewanya? Rasa sudah pasti. Selain itu, kesabaran memasak Ikan Pongek Lapuak patut diacungi jempol.

Makanan khas Nagari Barulak itu dimasak di atas tungku dengan bara dari kayu bakar. Ikan emas dimasak dengan santan dan campuran berbagai rempah hingga 24 jam. Hasilnya, semua duri bisa dikunyah dengan mudah. Sangat empuk dan gurih dengan sedikit citarasa asam dan wangi kayu bakar.

Ikan pongek lapuak jelas menjadi favorit rumah makan yang berdiri sejak 2015 itu. Dalam satu hari terjual sekitar 25 kg ikan, dengan harga perekornya Rp10 ribu. Selain ikan pongek, tersedia menu masakan lain yang tidak kalah menggoda, mulai dari rendang, ayam, dan tentu sambal hijau yang membuat acara santap kian sedap.

 (5) Gulai Tambusu
Warung Ampera
Jl Raya Batusangkar, Padang Panjang,
Tambusu, Tanah Datar

IMG_3147

WARUNGNYA kecil, tapi ramai dikunjungi orang. Lokasinya di tepi jalan, sehingga tidak sulit dicari. Ciri khas menu warung ini adalah gulai tambusu atau usus sapi. Bentuknya panjang melengkung mirip sosis besar. Usus sapi dibersihkan, kemudian diisi dengan telur dan kemudian dimasak gulai.

Menu lainnya adalah ikan salem asam pedas. Rasanya enak dengan dominasi rasa gurih, asam dan pedas. Satu lagi yang harus dicicipi adalah sambal hijau mentah dengan rasa yang patut diacungi dua jempol. Rasa cabenya sungguh melengkapi citarasa.. Sekali makan sekitar Rp18 ribu.

 

(6) Ikan Singgang Basantan
Warung Ampera
Desa Ikua Koto, Nagari Pariangan, Batusangkar

IMG_2415

INI tempat makan yang mengasyikan. Warung kecil, sederhana dengan pilihan makan berupa bangku panjang dan juga lesehan berlatar belakang pemandangan indah, sawah dan deretan pegunungan. Lokasinya di tepi jalan, hanya sekitar 15 menit dari Batusangkar.

Menu utamanya ikan singgang basantan khas Pariangan. Bahan dasarnya adalah ikan nila dan emas, dimasak dengan santan dan aneka rempah di atas api kecil kayu bakar. Cita rasanya gurih, disajikan dengan tumis sayuran yang juga bersantan. Di saat perut lapar, masakan di warung ini terasa memuaskan. Sekali makan sekitar Rp15 ribu, terdiri dari sepotong (kepala atau ekor) ikan berikut sayuran. (D-1)

 

(7) Dahsyatnya Sambal Ayam Bendungan
Ayam Penyet Bendungan
Pagaruyung, Tanjung Mas, Tanah Datar

IMG_2826

TERMASUK rumah makan lama yang kini menjadi favorit banyak pengunjung, apalagi semenjak infrastruktur tergarap baik. Lokasinya tidak jauh dari Istana Pagaruyung, dan menjadi tempat persinggahan banyak wisatawan dalam rombongan kecil mau pun besar. Selain itu, Ayam Penyet Bendungan juga menjadi salah satu favorit masyarakat Tanah Datar.

Berdiri di tanah luas dengan tempat parkir yang juga luas. Bagian depan bangunan didesain dengan meja kursi seperti rumah makan pada umumnya. Di bagian dalam didesain untuk konsumen yang ingin makan bersantai dengan cara lesehan sembari menikmati pemandangan hijau sawah dan pegunungan.

Menu utamanya tentu ayam penyet. Rasanya gurih dan empuk, disajikan dengan sambal bercitarasa istimewa yang pedasnya langsung bikin mata terbuka. Ada kisah yang diceritakan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Deddy Prihatin tentang mengapa walau pun setiap hari masyarakat Sumatra Barat makan sambal tetapi tidak sakit perut. Rahasianya, ujar Deddy, setiap membuat sambal, tangkai cabainya ikut diolah. Entah benar atau sugesti, meski makan banyak sambal, perut kami memang baik-baik saja.

 

(8) Kue Bika
Pondok Bika
Padang Panjang,
perbatasan Batusangkar dan Bukittinggi

IMG_3316

BIKA merupakan salah satu kue khas Sumatra Barat. Jika Anda ke Tanah Datar, penjual kue ini bisa ditemui di kios-kios sederhana tepi jalan perbatasan Tanah Datar dan Bukittinggi. Ukurannya cukup besar, beralas daun pisang dengan tekstur berat yang mengenyangkan.

Di kios-kios itu, pembeli bisa melihat langsung proses pembuatan dan pembakaran kue bika. Dipanggang dengan cara mirip dalam oven, dengan api bawah berasal dari bara kayu bakar dan api atas dari batok dan sabut kelapa. Soal citarasa sangat tergantung. Ada yang suka sekali, ada juga yang hanya makan setengah sudah kenyang dan merasa cukup.

(9) Niro Talua
Warung Nita
Jl Batusangkar – Lintau Km 12
dekat dengan belokan menuju Puncak Pato

IMG_3455

INI satu lagi jenis minuman yang mesti dicoba ketika datang ke Kabupaten Tanah Datar, selain teh dan kopi talua serta dadiah. Bahan dasar niro talua mirip dengan teh dan kopi talua, hanya saja kuning telur bebek yang sudah di mixer hingga lembut, dicampur dengan air nira.

Rasanya enak, tidak bau amis, dan terasa manis. Konon niro talua berkhasiat menambah stamina, memulihkan konsentrasi, membantu perkembangan otak, menyehatkan kulit, dan memicu rasa bahagia. Semua khasiat itu tertulis dalam spanduk tempel Warung Nita, ditambah dengan tulisan nyeleneh: Perut kenyang, isteri senang.