Select Page

Jika Anda melakukan perjalanan ke Malang, jangan lewatkan kesempatan berpetualang kuliner. Tidak masalah jika waktu yang dimiliki terbatas. Cukup telusuri jalan-jalan dengan nama gunung di Malang. Kawi dan Semeru adalah dua nama jalan yang banyak menawarkan variasi kuliner, mulai dari pecel kawi, nasi bhuk, Depot Gang Djangkrik, Rujak Semeru, dan masih banyak lagi. Ho ho mari berkuliner di Kota Malang.

IMG_1567DEPOT GANG DJANGKRIK
SUKA makan mi? Depot Gang Djangkrik layak masuk dalam daftar petualangan kuliner ketika Anda berkunjung ke Malang. Tempatnya sederhana, di bagian depan berfungsi sebagai dapur, displai makanan, sekaligus tempat pembayaran.

Depot Gang Djangkrik di Jalan Kawi merupakan depot kedua. Depot pertama berdiri sejak 1959 di Gang Djangkrik. “Dulu di tempat itu memang banyak orang berjualan jangkrik. Ayah mertua saya berjualan di situ dengan gerobak, dan kemudian dikenal dengan nama Bakmi Gang Djangkrik. Sekarang masih ada, tapi sudah berbentuk depot. Cabang yang ada di Jalan Kawi ini buka sejak 1979,” ujar Liana, menantu penerus generasi kedua.

Mi di depot itu bercita rasa khas, dibuat sendiri alias home made. Aneka topping mi juga diolah sendiri, mulai dari ayam, babi panggang, sampai jamur. Cicipi juga bakso goreng khas Gang Djangkrik. Rasanya gurih dan renyah dengan harga satuan Rp10.000. Sedangkan untuk mi, harga bervariasi, rata-rata Rp40 ribu/porsi.

Untuk dibawa pulang atau teman perjalanan, cobalah onde-onde dan roti buatan Gang Djangkrik. Kacang hijau di dalam onde-onde terasa lembut, sedangkan rotinya, yummy. (D-1)

Boks
Depot Gang Djangkrik
Jl Kawi Kios No 26, Malang, Jawa Timur
Buka: 07.00 – 20.00
Telp: (0341) 566283
Non Halal

***

IMG_1983RUMAH MENEER

DATANGLAH pagi hari ke Jalan Semeru, Malang. Di salah satu perempatan Anda akan menjumpai Rumah Meneer. Rumah peninggalan zaman kolonial itu masih sangat terawat. Pagi hari, teras dan halaman depan berubah menjadi tempat makan Rumah Meneeer. Di akhir pekan, pengunjungnya full.

Untuk sarapan tersedia menu tradisional nasi krawu, lontong gomeh, lontong sayur, dan cwi mie. Minumannya beragam, mulai dari teh dan air mineral, hingga es cao, dawet, coklat, beras kencur, temulawak, dsb.

Seporsi nasi krawu dipatok harga Rp20 ribu. Menu lainnya bervariasi, ada yang Rp12.500, ada pula Rp17 ribu. Minumannya mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Untuk es cao dan dawet, disajikan di gelas yang terbuat dari batok kelapa kecil. Sedangkan minuman kategori jamu dijual sebesar botol air mineral ukuran sedang.

Di siang hari, menu sarapan Rumah Meneer menghilang, diganti dengan variasi nasi goreng Meneer dan juga burger meneer. Berbagai varian nasi goreng bisa dinikmati, mulai dari nasi goreng khas meneer, nasi goreng ijo, nasi goreng rendang, dan masih banyak lagi. Burgernya juga layak coba. (D-1)
Rumah Meneer
Jl Semeru No 64, Malang
Buka: 07.00 – 11.30 (sarapan)
12.00 – 23.00 (Nasi Goreng Meneer)
11.00 – 23.00 (Burger Rumah Meneer)
Telp: 0896-6099-9898

***

IMG_1969RAWON TESSY
DATANG ke Malang, sempatkan mampir ke Rawon Tessy. Nikmati kelezatan kuliner khas Jawa Timur yang menggunakan bumbu dapur kluwek itu. Rawon di Warung Tessy berwarna cokelat muda. Rasanya segar dan gurih. Sebagai teman makan, tersedia berbagai menu sampingan seperti usus, babat, tempe, mendol, dan masih banyak lagi.

Selain rawon, warung yang letaknya di pinggir jalan itu juga menyediakan menu nasi sop ayam dan nasi pecel. Harga seporsi nasi sop dan rawon Rp15 ribu, sedangkan nasi pecel Rp8.000. Setiap hari warung kecil itu dipenuhi pembeli, terutama di pagi hari dan jam makan siang serta malam. Pagi hari, suasana luar biasa ramai. Banyak yang datang untuk sarapan, atau membawa tempat bekal untuk dibawa pulang.

Rawon Tessy termasuk salah satu tempat makan yang digemari masyarakat Malang dan wisatawan lokal. Nama Tessy konon didapat karena sang pemilik mirip dengan Tessy, pelawak anggota Srimulat. (D-1)
Rawon Tessy
Jl Embong Brantas, Malang
Buka: 07.00 – 22.00

***

IMG_2019RUJAK MANIS SEMERU
RUJAK Manis Semeru sungguh menggoyang lidah. Warung yang buka sejak 1989 itu selalu ramai pengunjung. Ada yang makan di tempat, banyak pula pesanan bungkus. Tempatnya sederhana, di halaman rumah, dengan gerobak di bagian depan. Di meja penjualan, tumpukan buah yang telah dikupas dan dicuci menggunung.

Satu porsi rujak dibanrol Rp18.000. Porsinya banyak, cukup untuk beberapa orang dan mengenyangkan. Uniknya, Rujak Semeru dilengkapi dengan potongan tahu. Jadi dalam satu piring berisi antara lain nenas, bengkoang, mangga muda, belimbing, pepaya muda, dan potongan tahu. Bumbunya mantap dengan porsi sangat cukup, terdiri dari ramuan gula merah bertabur kacang halus.

Dalam satu hari ratusan porsi rujak terjual dari tempat sederhana itu. Sebagai gambaran, setiap hari sekitar 1.000 hingga 1.500 tahu terpakai untuk campuran rujak dan menu rujak petis. Satu tahu petis dijual dengan harga Rp1.000. Untuk minum bisa dipesan es degan (es kelapa muda) seharga Rp6.000/gelas. (D-1)

Rujak Manis Semeru
Jl Semeru No 54
Buka pukul 09.00 – 15.00

***

IMG_1578NASI BHUK

KULINER tradisional yang satu ini mesti dicoba. Dasar nasi bhuk adalah seporsi nasi ditambah sayur rebung atau nangka muda atau keduanya, ditambah dengan peyek daging kelapa, mendol, taoge kecil, dan sambal terasi yang rasanya mantap. Pembeli dipersilakan memilih lauk lain. Jangan lewatkan sate daging komo. Potongannya besar dan rasanya sungguh direkomendasi.

Nasi Bhuk berasal dari Madura. “Tapi di Madura sendiri hampir tidak ada yang jual. Di Malang nasi bhuk berjaya. Kami sudah buka sekitar delapan tahun,” ujar ibu penjual yang tak pernah bosan menjelaskan setiap kali ada pembeli yang bertanya asal muasal nasi bhuk.

Bagi warga Malang, nasi bhuk Jalan kawi cukup terkenal. Pembelinya beragam, ada yang makan di tempat, banyak pula yang dibawa pulang. “Ini untuk lauk makan siang keluarga. Kebetulan hari ini saya tidak memasak,” ujar Meisian yang mengaku sudah lama menjadi pelanggan nasi bhuk. Pagi menjelang siang itu, dia membungkus sate komo dan sayur rebung.Selain nasi bhuk, tersedia menu pilihan lain seperti soto Madura dan nasi rawon. (D-1)
Jl Kawi Atas No 42
Buka: 06.00 – 15.00
Telp: 087859110286

***

 

IMG_2133SATE GEBUG
SATE Gebug merupakan salah satu makanan legendaris di Malang. Berdiri sejak 1920, dan kini dikelola generasi ketiga. Pembelinya mulai dari pegawai negeri sampai wisatawan mancanegara.

Apa yang istimewa dari sate gebug? Potongannya besar dan daging satenya benar-benar empuk. Disebut sate gebug karena sebelum dibumbui, daging sapinya benar-benar digebug (dipukul) supaya empuk dan bumbu meresap.

Tidak perlu memesan bertusuk-tusuk sate gebuk. Untuk lauk makan, cukup satu tusuk sbesar eharga Rp20.000. Biasanya pembeli melengkapi dengan seporsi rawon atau pun sop, seharga Rp25 ribu. Sebagai teman makan, tersedia tempe dan mendol seharga Rp6.000 perpotong.

Sate gebug menempati satu rumah tidak terlalu luas dan sangat sederhana. Meski demikian, pembelinya datang dari beragam kalangan, dalam dan luar kota. Di hari Lebaran, warung ini hanya tutup tiga hari. “Kasihan pelanggan kalau terlalu lama libur. Banyak yang telepon,” ujar Ibu penjual yang sore itu menjaga warung.
Sate Gebug
Jl Basuki Rachmat Ni 113A, Malang
Buka: 08.00 – 17.30 (libur hari Jumat dan hari besar Islam)
Telp: 0822 28444777

***

PECEL KAWI LEGENDARIS

IMG_1537

NASI Pecel sudah menjadi salah satu makanan khas Malang dan sekitarnya. Hampir setiap warung tradisional di kota itu menjual nasi pecel. Di antaranya yang legendaris ada di Jalan kawi. Namun, sungguh bingung mencari mana yang benar-benar memelopori penjualan nasi pecel di Jalan Kawi. Maklum, ada nasi pecel Kawi Atas No 46, No 43B, dan No 42.

Karena sudah terdesak waktu, kami mampir di warung pertama yang dijumpai, yakni Jl Kawi No 42. Aneka lauk dan sayur berjajar menggugah selera. Pilihan jatuh ke nasi pecel, sementara salah satu teman memutuskan jalan-jalan melihat keramaian kuliner kawasan itu. Pesanan pecel pun datang.

IMG_1542Dari perbincangan dengan penjual, kami baru tahu, kalau Nasi Pecel Jalan Kawi baru buka beberapa tahun lalu. Namun soal cita rasa tidak mengecewakan. Sekitar 10 menit, teman yang semula memutuskan jalan-jalan, datang dan mengatakan, “Sepertinya yang asli di No 43B.”

Maka, usai itu kami melangkahkan kaki ke warung yang hanya berselang dua pintu. Sekali lagi memesan satu porsi nasi pecel dan sate komo. Rasanya juga tidak mengecewakan. Sate komonya pun nikmat. Terpuaskan sudah keinginan untuk menyicipi nasi pecel legendaris di Kota Malang.

Hari kian siang, dan kami harus berkejaran dengan waktu untuk menelusuri beberapa pantai di Malang Selatan. Sebelum naik ke dalam mobil, telepon berdering. Seorang teman yang semula kami telepon untuk menanyakan di mana nasi pecel yang enak di Malang, memberi informasi tambahan. Katanya, “Ada informasi nasi pecel yang asli itu di Jl Kawi No 46. Tapi saya juga masih bingung.”

Nah, kami pun ikut bingung. Ingin mampir ke Jl Kawi No 46, waktu sudah mendesak. Selain itu, kapasitas perut sudah tak mau lagi diajak kompromi. Akhirnya kami memutuskan terus berangkat. Mungkin lain waktu akan datang kembali mencoba nasi pecel yang diinformasikan. (San/D-1)
Nasi Pecel Kawi
Jl Kawi Atas No 43B,
Jl Kawi Atas No 42
Jl Kawi Atas No 46
Harga satu porsi Rp10.000

7 Kuliner Malang yang Harus Dicoba
Bagaimana artikel ini menurut Anda?