Select Page

MULAI 1 April 2016, airport tax atau passenger service charge  (PSC) 7 bandara di Indonesia naik. Kenaikan itu sesuai dengan Surat Menteri Perhubungan Nomor PR303/1/15 PHB 2016 tertanggal 21 Januari 2016 tentang Persetujuan Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U).

Setelah diberlakukan penyatuan harga tiket dan airport tax, informasi berapa nilai airport tax menjadi tertutup. Di dalam tiket hanya tertera harga dasar tiket, pajak yang sudah tercampur dengan airport tax, dll. Padahal nilai airport tax bersifat tetap, maksudnya berapa pun harga tiket, harga airport tax tetap sama. Seiring dengan pengembangan beberapa bandara, biasanya akan diiringi dengan kenaikan airport tax. Informasi besarnya kenaikan tersebut sangat diperlukan agar tidak kaget saat membeli tiket.

Airport Tax Resmi Naik

Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi dalam rilis mengatakan, penyesuaian tarif PSC bertujuan untuk peningkatan pelayanan dan fasilitas yang ada di Bandara. “Ada sejumlah fasilitas yang bakal bertambah setelah penyesuaian tarif PSC tersebu. Untuk diketahui, PSC sejak 2009 silam, belum pernah naik. Sementara, beban pegawai, listrik dan biaya pemeliharaan perawatan setiap tahun naik,” ujarnya.

Besaran airport tax tergantung dari kebijakan pengelola bandara. Pengelola bandara terbagi menjadi 2 yaitu Angkasa Pura dan pemerintah daerah setempat (UPT).

Kenaikan Airport Tax di 7 Bandara

 

Nama Bandara Tarif Lama Tarif Baru
Soekarno Hatta  – Jakarta

Terminal 1

Terminal 2

Terminal3

 

 

Rp40.000

Rp40.000

Rp40.000

 

 

Rp50.000

Rp60.000

Rp60.000

 

Halim Perdanakusuma -Jakarta Rp40.000 Rp50.000

 

Sultan Mahmud Badaruddin II – Palembang Rp35.000 Rp50.000

 

 Minangkabau – Padang Rp35.000 Rp40.000
Sultan Iskandar Muda – Aceh Rp25.000 Rp35.000
Supadio – Pontianak Rp30.000 Rp40.000
Silangit – Tapanuli Utara Rp8.000 Rp10.000