Datang ke Gunung Ijen, tidak hanya menyaksikan keajaiban, tetapi juga menggugah kemanusiaan ketika melihat perjuangan penambang belerang tradisional.

IMG_5395

KEINDAHAN Ijen tidak perlu lagi diragukan. Gunung yang secara geografis terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso itu menebar pesona hingga mancanegara. Beberapa referensi menyebutkan, hanya ada dua blue fire di dunia, di Indonesia dan islandia.

Namun, Albert Agustinus, pemandu berlisensi yang menemani pendakian Destinasi Indonesia mengatakan, ada kesalahan informasi yang selama ini sudah terlanjur tersebar. Blue Fire, katanya, tidak ada di Islandia, tetapi ada di Dallol Volcano, Danakil Depression, Ethiopia. “Itu pun tidak setiap saat seperti di Ijen,” terang Albert.

Penambang
Terlepas dari itu, Ijen memang indah dan unik. Selimut malam memunculkan pijar api biru dan kuning yang bisa dilihat dari puncak gunung. Ketika angin bertiup, bau belerang menyengat, membuat batuk para pengunjung dan penambang.

Matahari pagi memerlihatkan perjuangan para penambang tradisional. Tanpa penutup hidung, mereka turun menuju kawasan kawah, memasukan bongkahan belerang ke empat hingga enam keranjang atau total setiap dua keranjang sekitar 80 hingga 100 kg. Dari tempat penambangan, dua keranjang dipanggul ke perhentian pertama, kemudian kembali ke penambangan untuk mengambil keranjang tersisa, baru beranjak ke tempat kedua, kembali ke tempat pertama, mengambil keranjang berikut, begitu seterusnya, hingga sampai di tanah agak datar tempat troli pengangkut belerang diletakan.

Selanjutnya, belerang berpindah ke troli untuk dibawa ke penampungan, dijual dengan harga Rp1.000 per kg (setengah perolehan), dan setengah sisanya diharga Rp1.050 per kg. Belerang-belerang itu diolah oleh perusahaan penampung, kemudian dijual untuk berbagai kebutuhan mulai dari bahan pembuat kosmetik hingga pemutih gula pasir.

IMG_5337Keindahan
Keindahan pijar api biru Ijen sungguh tak terbantahkan. Sementara itu, langit malam memamerkan kerlip jutaan bintang. Nyala terang belerang yang dipanggul para penambang memantul indah ketika terpapar cahaya senter.

Saat sinar matahari menguak kegelapan, kontur tanah dan bebatuan terlihat bergelombang memukau. Danau Ijen mengintip di tengah kepulan asap belerang. Keranjang, troli, penambang, dan pendaki berbaur menjadi satu. Bisa ditemui pula masyarakat yang menggelar suvenir pahatan batu belerang.

Puncak hanya satu dari sekian banyak keindahan Ijen. Ketika menuruni jalan setapak, bersiaplah menyaksikan lukisan alam. Bayangan biru dan hijau Gunung Raung, Merapi, dan Rante terlihat indah berbalut awan, berbingkai pepohonan dan jalan setapak Ijen. Jika beruntung, sepanjang perjalanan bisa ditemui kera hitam dan aneka jenis burung.

Pendakian
Perjalanan mendaki Gunung Ijen dimulai dari Paltuding, pos Pelrindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) Gunung Merapi-Ijen. Sebelum mendaki, pengunjung wajib lapor dan membeli tiket masuk di pos yang lokasinya masuk wilayah Banyuwangi itu.

Pintu pendakian dibuka pukul 01.00 dan biasanya pendaki serta penambang sudah harus turun pukul 12.00 siang. Di depan pos terpampang papan pengumuman yang melarang keras para pendaki turun ke kawasan kawah, karena bahaya tiupan angin tak terduga yang kerap membawa gas beracun.

IMG_5334Di Paltuding, calon pendaki bisa memersiapkan diri. Mengisi perut di warung-warung, membeli perlengkapan penahan dingin seperti syal, kupluk, dan sarung tangan, serta masker untuk membantu mengatasi bau belerang. Di kawasan itu juga tersedia fasilitas toilet dan mushola. Ada juga camping ground dan penginapan milik perhutani yang bisa disewa,

Meski jarak dari Paltuding ke Puncak hanya sekitar 3 km lebih, namun medan pendakian Gunung Ijen cukup berat, dengan kemiringan bervariasi hingga 35 derajat. Selama pendakian ada dua pos yang bisa digunakan untuk beristirahat, sebelum akhirnya sampai ke puncak.

Bagaimana jika di tengah jalan tak kuat mendaki? Ini uniknya, para penambang tradisional dengan senang hati menyewakan troli berikut tenaga untuk menarik ke atas atau turun. Harga sewa untuk perjalanan mendaki sekaligus turun sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta. Jika hanya turun saja sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Biasanya dibutuhkan tenaga tiga penambang untuk mengatasi medan pendakian. Namun ketika turun cukup dikendalikan satu orang. (D-1)

IMG_5358Tiket Pendakian Gunung Ijen

Wisatawan Nusantara
– Hari biasa Rp5.000
– Hari Minggu dan libur nasional Rp7.500
Wisatan Asing
– Hari biasa Rp100 ribu
– Hari Minggu dan libur nasional Rp150.000
Peralatan Memotret/Video
– Kamera Rp250.000
– Handycam Rp1 juta
– Peralatan video komersial Rp10 juta

 

IMG_5356TIPS
1. Persiapkan fisik, terutama bagi pendaki pemula. Meski jarak dari Paltuding ke Puncak Ijen hanya sekitar 3 km lebih, namun medannya cukup mendaki dan menguras tenaga.
2. Bawa perlengkapan penahan dingin, jaket, kupluk, dan sarung tangan.
3. Bawa senter.
4. Bawa jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan juga bisa digunakan untuk menahan dingin ketika menanti fajar menyingsing di puncak Ijen,
5. Bawalah masker untuk membantu menahan bau belerang.
6. Banyak pendaki turun ke kawah meski ada papan larangan. Sebelum memutuskan, pahami bahaya gas beracun yang kerap tak terduga.
7. Jangan lupa membawa kamera.
8. Dari pusat kota Banyuwangi menuju Paltuding sekitar 45 menit hingga 1 jam perjalanan. Biasanya dengan mobil sewaan wisatawan berangkat sekitar pukul 11.30.
9. Pos pendakian buka pukul 01.00 dan diharuskan turun paling lambat pukul 12.00.