Select Page

KAMPUNG Tenun Kelurahan Sula’a wilayah Topa, Kota Baubau, berubah menjadi lebih berwarna. Kampung penghasil tenun itu menjadi kampung wisata yang lebih tertata dan penuh warna.

Perubahan Kampung Tenun dipelopori Pasific Paint melalui program CSR dalam rangka merayakan 75 tahun berkarya dan mewarnai Indonesia. Peresmian Kampung Tenun dilakukan akhir Juni 2018, dihadiri Sultan Buton La Ode Muhammad Izat Manarfa, PLT Walikota Baubau Hado Hasina, dan Direktur Pasific Paint Suryanto Tjokrosantoso.

Suryanto menjelaskan, kegiatan CSR Pasific Paintdilakukan dengan cara merevitalisasi falitas dan sarana masyarakat kampung di antaranya pengecatan 107 rumah, 50 mural, dan puluhan perahu nelayan selama dua bulan dengan melibatkan masyarakat Sula’a. “Sula’a ini unik. Di sini ada nelayan, ada transportasi air, ada rumah adat, dan ada penenun. Jadi dalam satu area ada beberapa aktivitas,” jelas Suryanto.

Hado Hasina mengapresiasi program yang dilakukan oleh perusahaan cat yang sudah berdiri sejak 1943 itu, Dia berharap setelah program tersebut harus ada pelestarian menjaga aset maupun menunjang perkembangan Kampung Tenun. Misalnya, menambah penerangan, toilet umum, saung-saung tempat istirahat wisatawan, dsb.

Kampung Tenun Warna-Warni memiliki 100 penenun aktif dan 70 nelayan.
Sultan Buton yang hadir saat peresmian juga mengapresiasi kegiatan Pasific Paint di kampung yang memiliki 100 penenun aktif dan 70 nelayan itu. Dia berharap, gerakan awal ini menjadi pendorong tempat-tempat lain di Buton untuk mengembangkan pariwisata.

Sebelum Buton, Pasific Paint telah mengadakan serangkaian kegiatan pengecatan dan kreasi mural di berbagai daerah, di antaranya Tangerang, Cirebon, Tual, dan Kendal. (CH/D-1)