Select Page

PENYANYI bersuara khas yang sering membawakan lirik-lirik sederhana tentang kehidupan
dengan alunan musik meneduhkan itu kini sedang disibukan dengan proyek persiapan
album ke-3. Musisi yang baru mengeluarkan singlenya berjudul Perkenalan Perdana dari
album Detik Waktu Perjalanan karya Chandra Darusman itu, juga sedang dalam proyek
kolaborasi bersama musisi lainnya, yakni Sandy Sandoro dan Bayu Risa.
Monita Angelica Maharani Tahalea menulis sendiri lagu-lagunya, dan katanya, dia kerap
mendapat inspirasi .dari pengalaman perjalanannya. Mari simak wawancara berikut ini.
Dimana destinasi favorit Anda?
Setiap mendengar Indonesia Timur seketika saya bisa langsung merasakan hembusan
angin dan juga membayangkan langit biru. Tempat-tempat tersebut di antaranya Ende,
Bajawa, Maumere, Ambon, dan Papua. Pemandangan alam dan pribadi orang-orangnya
membuat saya terkagum-kagum. Rasa hangat dan kekeluargaan serta kerinduan yang
besar di mata anak-anak untuk meraih mimpi, pendidikan, dan fasilitas untuk berkarya sama
seperti anak-anak di kota besar. Selanjutnya saya ingin memiliki kesempatan pergi ke
Kalimantan.
Pengalaman itu jadi inspirasi dalam berkarya?
Tentu saja. Salah satunya di lagu saya yang berjudul Hai pada album Dandelion yang
bercerita mengenai seseorang yang menyapa teman lainnya dan melantunkan
pandangannya mengenai dunia. Lagu tersebut terinspirasi dari budaya menyapa. Hampir
setiap perjalanan memberikan pengertian baru tentang hidup dan membuat saya lebih
bertanggung jawab akan apa yang saya tulis dalam lirik lagu.
Menurut Anda bagaimana pariwisata Indonesia sekarang?
Menurut saya sudah semakin maju namun sayang tidak dibarengi dengan kebiasaan baik
para penikmatnya. Masih banyak orang yang mau menikmati alam namun di satu sisi tidak
memikirkan cara dan ikut ambil bagian dalam melestarikan kebersihan dan keindahan
alamnya. Begitu sedih melihat lautan biru dan pegunungan hijau penuh dengan sampah.
Saya kira kita semua bertanggung jawab.
Ada saran untuk pariwisata Indonesiai?
Wisatawan perlu diberikan pandangan luas tentang menikmati dan melestarikan alam. Kita
bisa pergi kemana saja tetapi kebersihan dan kelestarian tempat tersebut harus kita jaga.
Tidak lupa pula budaya setempat harus kita hargai dan hormati agar pariwisata Indonesia
dapat lebih maju lagi. (CH/D-1)