Select Page

sumber: pixabay

 

KEMERIAHAN Tahun Baru China atau Imlek tampak di mana-mana. Ya, maklum Imlek memang jatuh pada Sabtu (28/1) ini. Bahkan, perayaan Tahun Baru China itu sudah dimulai sejak tadi malam, terutama acara sembahyang di vihara atau klenteng. Persiapan menyambut hari besar bagi warga keturunan Tionghoa itu sendiri telah dilakukan jauh-jauh hari.

Setiap merayakan Imlek tentu saja tidak lepas dari berbagai hidangan khas yang menanti di meja makan. MAkanan apa saja yang biasa disajikan saat Imlek?

Pertama, lapis legit. Sama seperti bahan kue, diharapkan kekayaan yang datang juga akan berlapis-lapis.

Kedua, jeruk mandarin. Buah berwarna kuning keemasan menyimbolkan kekayaan serta kemakmuran.

Ketiga, bandeng. Hidangan ikan bandeng dengan ukuran agak besar khas Indonesia ini  adalah simbol keberuntungan.

Ada juga, telur teh. Telur yang direbus dalam air teh menjadi simbol kesuburan. Saat sudah setengah matang, cangkang telur sedikit dibuat retak hingga air rebusan meresap ke dalam.

Lalu, Jiaozi. Pangsit ini memiliki bentuk melengkung seperti uang di zaman dahulu. Jiaozi diharapkan membawa kemakmuran sepanjang tahun. Selain itu,juga Siu Mie. Mie yang bentuknya panjang ini melambangkan panjang umur, rezeki banyak serta kebahagiaan.

Tak lupa ada kue keranjang. Juga disebut nian gao, tekstur kue yang lengket mirip dodol ini diharapkan bisa semakin mengeratkan hubungan antarmanusia. Tradisi makan nian gao sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Nian gao bisa dibuat dalam berbagai bentuk, mulai dari versi tradisional dengan bentuk bulat dan warna cokelat tua, hingga bentuk ikan.

Makanan khas lainnya adalah yusheng atau Yee Shang. Makanan ini berisi salmon mentah dan irisan sayuran seperti lobak dan wortel dicampur beberapa saus kemudian diaduk dengan menggunakan sumpit. Sambil mengaduk, sumpit diangkat setinggi mungkin karena dipercaya bisa menambah keberuntungan tahun ini.

Tradisi

Setiap merayakan Imlek ada sejumlah tradisi yang biasanya dilakukan. Pertama, kegiatan bersih-bersih rumah sehari sebelum Imlek dipercaya dapat menyingkirkan nasib buruk. Namun, masih menurut tradisi, membersihkan rumah dan mencuci rambut pada hari pertama tahun baru sebaiknya dihindari. Sebab, hal itu dipercaya bisa membuat keberuntungan mereka ikut terbuang.

Kedua, keluarga Tionghoa biasanya memasak banyak makanan manis sebelum tahun baru. Menurut kepercayaan, masa sebelum tahun baru adalah masa di mana dewa dapur mengunjungi kaisar di surga. Makanan manis dipercaya bisa membuat dewa mengatakan hal-hal baik tentang Anda dan keluarga.

Ketiga, keluarga Tionghoa berkumpul dan bersilaturahmi pada malam tahun baru. Menurut mitos, keluarga yang berkumpul akan terlindungi dari marabahaya.

Keempat, serba merah. Dekorasi serba merah menghiasi seisi rumah, termasuk busana yang dipakai. Warna merah dipercaya bisa melindungi mereka dari hal yang tidak diinginkan, serta membawa kemakmuran.

Kelima, angpao. Bagi anak-anak dan orang yang masih lajang, Imlek berarti banjir uang karena orang tua atau mereka yang sudah menikah diwajibkan memberikan angpao (amplop merah). Angpao ini biasanya diisi dengan sejumlah uang di dalamnya. Jumlahnya tidak harus besar kok, yang penting berupa uang kertas baru dan tidak berbentuk uang logam. Bagi-bagi angpao juga dipercaya makin memperlancar rezeki di kemudian hari.

Keenam, kembang api. Kembang api merupakan salah satu pertunjukan yang sangat populer untuk memeriahkan Imlek, karena suara gaduhnya dipercaya membuat mahluk jahat nian ketakutan.

Perayaan Imlek tentu akan semakin lengkap jika memiliki beberapa barang baru, sebagai bentuk syukur atas rezeki yang didapatkan sepanjang tahun. Saat ini, tradisi imlek di Indonesia juga kerap dijadikan ajang untuk beli baju baru atau dekorasi rumah. Gong Xi Fat Cai.