Select Page

Cloud Passport menjadi salah satu tren travel tech atau teknologi wisata 2016 yang mengemuka bersama virtual reality, drone, dan layanan personal berdasarkan big data.

BEBERAPA tahun lalu, tidak terbayang bisa melakukan check in di bandara hanya berdasarkan kode booking di telepon genggam. Barangkali beberapa tahun lagi, kita juga tidak perlu lagi membawa-bawa paspor dalam bentuk fisik. Cukup menunjukkan kode untuk di-scan petugas. Cara ini (cloud passport) disebut-sebut lebih praktis, efektif, dan bisa mengurangi kemungkinan hilangnya dokumen (paspor).

Saat ini, beberapa negara sudah mulai menguji coba penggunaan cloud passport. Sejak akhir 2015, Australia dan beberapa negara bagian di Amerika sudah mulai melirik dan menguji-coba sistem ini. Cloud Passport diprediksi banyak praktisi dan pengamat pariwisata akan menjadi trend. Managing Director of Digital Trip di digital-trip.com dan photography editor for Digital Trends Les Shu di digitaltrends.com memasukkan cloud passport ke dalam trend teknologi mulai 2016 ke depan. Berikut beberapa tren teknologi wisata yang ditulis keduanya.

Drone Photography

Era menggunakan selfie stick begitu populer tahun lalu. Tahun ini, diprediksi akan menjadi era fotografi drone. Semakin banyak fotografer profesional, amatir, traveler, hingga pengusaha travel yang memiliki dan menggunakan drone untuk melengkapi promosi dan service. Maklum, gambar atau foto yang dihasilkan dengan drone memberi sudut unik atau tidak biasa.

Namun, menggunakan drone memerlukan keahlian, karena bisa menimbulkan kecelakaan-kecelakaan kecil. Terkait dengan itu, lembaga penerbangan sipil (Federal Aviation Administration -FAA) di Amerika telah mengeluarkan aturan baru yang mewajibkan pemilik drone kecil mendaftar untuk memperoleh lisensi terbang. Biaya pendaftaran sebesar US$ 5.

Virtual Reality Travel

Teknologi yang satu ini memungkinkan wisatawan melakukan tur ke destinasi mau pun fasilitas-fasilitas wisata yang ada, sehingga bisa membantu traveler mengambil keputusan lebih baik mengenai tujuan perjalanan, tempat menginap, dsb. Beberapa merek terkait teknologi telah mengeluarkan perangkat ini dan sudah ada beberapa industri pariwisata yang memanfaatkan untuk memberi pengalaman lebih mendalam pada konsumen. Jaringan hotel Marriot salah satu yang cepat mengadopsi teknologi virtual reality.

Personalized Travel

Isu penggunaan big data sudah lama muncul. Kenyataannya, hal itu juga berguna bagi industri travel untuk mengembangkan inovasi dan layanan. Big data memungkinkan hotel mau pun travel agen memberikan layanan dan menyodorkan paket yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Caranya tentu dengan menganalisis data konsumen lewat data yang ada. Layanan seperti itu diprediksi akan semakin tren, karena mampu memberi kepuasan lebih pada pelanggan.

Faster Wi-Fi

Ini satu lagi teknologi yang akan semakin memegang peranan penting dalam dunia perjalanan. Kecepatan wi-fi saat melakukan penerbangan, menginap di hotel, bersantai di kafe, menjadi salah satu penentu pengambil keputusan. (D-1)

Berbagai Teknologi Wisata

Berbagai Teknologi Wisata

Cloud Passport, Mungkinkah?
Bagaimana artikel ini menurut Anda?


Also published on Medium.