Select Page

Daya saing pariwisata Indonesia naik dari peringkat 70 menjadi 50 dari 140 negara. Di Asia Pasifik Indonesia menduduki peringkat 11.

SECARA umum Asia Pasifik disebut sebagai kawasan yang sangat heterogen dengan kemajuan luar biasa, terutama di beberapa negara, seperti Australia dan Jepang. Dalam laporan World Economic Forum 2015 disebutkan, negara-negara itu memiliki transportasi kelas dunia serta keterbukaan dan sumber daya manusia luar biasa.

Di Asia Tenggara, harga yang kompetitif, kekayaan alam, dan pertumbuhan kelas menengah menjadi faktor peningkatan jumlah orang yang bepergian lintas negara. Apalagi pemerintah negara masing-masing melakukan kebijakan pendukung terkait transportasi, visa, dan perizinan lainnya.

Meski demikian, disebutkan bahwa negara-negara di Asia Tenggara perlu menjembatani konektivitas digital dan infrastruktur antarnegara. Selain itu perlu dilakukan penanganan prioritas terkait perusakan lingkungan, kualitas udara, dan bagaimana melestarikan ekosistem di hutan dan lautan. Di kawasan Coral Triangle misalnya, dilaporkan 45% terumbu karangnya bermasalah alias menghadapi kerusakan.

Berikut beberapa negara di Asia Pasifik yang mendapat sorotan dari World Economic Forum, termasuk bahasan peringkat dari berbagai aspek atau kategori.

Daya Saing Wisata

Australia

Australia menempati urutan daya saing ke 7 di dunia dan pertama di kawasan Asia Pasifik. Pemerintah negeri tersebut telah menempatkan pariwisata sebagai satu dari empat prioritas investasi nasional. Australia menempati peringkat ke-2 dalam hal sumber daya alam dan juga menjadi salah satu tujuan berlibur sesuai dengan permintaan secara digital.

Australia dinilai telah membuat kemajuan signifikan terkait persyaratan visa (49), perjanjian bilateral layanan udara (5), infrastruktur transportasi udara (4), dan infrastruktur pariwisata (29). Namun, ada beberapa hal yang digaris bawahi, antara lain negara itu perlu mempertimbangkan penanganan harga (138) dan sumber daya manusia (49).

Singapura

Singapura menempati urutan ke-11 secara global dan ke-3 di Asia Pasifik. Kualitas sumber daya manusianya di urutan ke-3 dan iklim yang tercipta dinilai kondusif untuk pengembangan industri pariwisata. Prioritas pariwisata oleh pemerintah ‘Negeri Singa’ itu menempati urutan ke-4, infrastuktur udara ada di urutan 6, dan menempati peringkat teratas untuk pencarian online. Dari segi kompetisi harga, posisi Singapura tidak beda jauh dengan Jepang, menempati urutan ke 116, dan mendapat catatan agar lebih memperhatikan kelestarian lingkungan, utamanya terkait ketersediaan air dan kerusakan ekosistem pesisir.

India

Daya saing pariwisata India menempati urutan ke 52 secara global dan peringkat ke-12 di Asia Pasifik. Sumber daya alam negara itu ada di urutan 17, budaya 10, dan warisan budaya unik 8. Seiring pertumbuhan ekonomi, kedatangan pengunjung untuk perjalanan bisnis pun kian luas. Dari segi harga sangat kompetitif, menempati urutan ke-8, namun belum diikuti dengan pembaruan kebijakan pariwisata seperti visa. Disebutkan India perlu melakukan peningkatan infrastruktur pariwisata mau pun akses jalan. India juga dinilai tertinggal di bidang kesehatan dan kebersihan (106), kriminalitas (97), dan peringkat kelestarian lingkungan yang rendah (139).

China

China menempati urutan global ke 17 dan nomor 6 untuk Asia Pasifik. Lebih dari 55 juta orang tercatat datang ke Negeri ‘Tirai Bambu’ pada 2013. Sumber daya budaya negara itu sangat unggul (4) dan merupakan negara peringkat ketiga di situs alam warisan dunia. China terus berinvestasi di infrastruktur, termasuk udara (25). Infrastruktur layanan pariwisata pun terus bertumbuh, terutama menyangkut kamar hotel. Untuk pengembangan daya saing industri, China disebut mesti lebih memperhatikan lingkungan bisnis dan meningkatkan ketebukaan internasional. Perkembangan pariwisata terkait potensi alam juga sangat tergantung bagaimana negara itu menangani kelestarian lingkungannya.

Indonesia

Indonesia menduduki peringkat ke-50 secara global dan urutan ke-11 di tingkat Asia Pasifik. Kebijakan untuk mengedepankan pariwisata ada diperingkat 15, dan keseriusan investasi berkelanjutan di bidang infrastruktur ada di peringkat 39. Keunggulan yang mendukung pertumbuhan pariwisata ada pada daya saing harga (3), sumber daya alam yang kaya (19) termasuk keanekaragaman hayati yang masuk peringkat 4, dan situs warisan budaya yang menduduki urutan 10. Namun, Indonesia dinilai sangat tergantung pada sumber daya alam dan lemah dalam hal pelestarian lingkungan (134), penurunan jumlah luasan hutan (97), dan membayakan spesies (129). Ada juga kekhawatiran terkait keamanan, khususnya terorisme (104). (D-1)
Daya Saing Wisata

 

 

 

 

 

 

 

Daya Saing Wisata

Daya Saing Pariwisata
Bagaimana artikel ini menurut Anda?