Select Page

SEKILAS KAIMANA

KABUPATEN Kaimana terletak di Papua Barat, hasil pemekaran dari Kabupaten Fak-Fak pada 2009. Sejak 1960 mendapat julukan Kota Senja, terutama setelah keberadaan lagu populer berjudul Senja di Kaimana.

Kabupaten Kaimana kaya keindahan alam. Mulai dari darat, laut, hingga daerah payau. Selat, air terjun, tempat hiking, bird watching, memancing, diving, dll. Alamnya masih asri dan kaya jenis flora serta fauna.

Kaimana merupakan daerah transit, hingga penduduknya lebih bersifat terbuka dan ramah. Saat berpapasan sangat umum bertegur sama dengan kalimat, selamat pagi, selamat siang, selamat malam.

OBJEK WISATA

KAIMANA2-WEB

Sesungguhnya, Kaimana sungguh kaya objek wisata alam, baik laut mau pun darat. Namun karena leaknya berjauhan, butuh waktu dan biaya cukup besar untuk mengarungi pulau demi pulau. Berikut beberapa spot wisata yang menarik dikunjungi:

  1. Teluk Penyu/Pulu Venue

Pulau tersebut menjadi tempat bertelur penyu belimbing dan beberapa jenis penyu langka lain. Terdapat juga beberapa jenis hewan endemik seperti Burung Maleo dan Pelikan. Dari Kaimana perjalanan laut  menuju Pulau Penyu dapat ditempuh sekitar 3 jam dengan biaya sewa kapal sekitar Rp7 juta.

  1. Teluk Arguni

Teluk Argumi menjadi surga kupu-kupu sayap burung dan  keanekaragaman hayati air payau. Bisa dilihat pula atraksi jaring udang di Tiwara, dsb.

  1. Teluk Etna

Vegetasi hutan mangrove di tempat ini menjadi surga tempat memancing. Di Etna terdapat habitat cendrawasih, burung khas Papua, buaya, sekaligus bisa berburu kepiting. Di beberapa tempat di Kaimana, kepiting besar hanya tinggal memumungut.

  1. Teluk Bitsar

Teluk Bitsar menjadi salah satu tempat untuk mengamati hiu paus dan lumba-lumba. Di tempat itu bisa dijumpai karamba ikan kerapu, buddaya rumput laut, dsb.

FESTIVAL

  • Sasi Nggama

Inilah wujud kearifan lokal masyarakat yang dipraktikkan Suku Koiway di Kampung Adijaya, Namatota, dan Syahwatan. Sasi Nggama merupakan praktik buka tutup wilayah laut tertentu untuk pemanfaatan hasil maksimal, di antaranya teripang.  Dalam satu tahun ada penutupan wilayah dari praktik penangkapan, baru setelah itu dibuka dengan berbagai upacara adat. Jika tertarik, datanglah di Bulan November hingga April.

  • Festival Senja

Setiap Oktober, Kaimana memiliki event tetap bernama Festival Senja. Masyarakat dari berbagai suku di Kaimana berdatangan untuk menampilkan seni dan budaya mereka. Data dari Dinas Pariwisata Kaimana menyebutkan, ada 10 suku asli Kaimana.

(teks dan foto: Lintang Rowe)