Select Page

Ingin tahu negara mana saja yang jadi sasaran kedatangan wisatawan medis? Ini jawabannya: India, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan menjadi sasaran wisatawan  yang ingin melakukan tindakan medis.

TRANSPARENCY Market Research (TMR), perusahaan intelijen global yang menyediakan laporan informasi bisnis dan jasa menyebutkan bahwa India menjadi negara penyelenggara wisata medis dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Negeri ‘Mahatma Gandhi’ itu menyediakan pengobatan efektif untuk beragam penyakit dan hemat biaya. Transplantasi sumsum tulang, bypass jantung, operasi jantung, dan perawatan gigi dengan harga relatif rendah tapi dengan standar kesehatan tinggi menjadi pendorong percepatan pertumbuhan.

Saat ini, industri pariwisata medis India berfokus pada pasien yang berasal dari negara di mana Bahasa Inggris tidak digunakan dalam keseharian. Untuk menghindari kemungkinan terjadi salah mengerti, manajemen menyediakan penerjemah bagi calon pasien mau pun pasien yang memutuskan melakukan pengobatan. Untuk meningkatkan kualitas layanan, pariwisata medis India melakukan kerjasama dengan rumah sakit di Tanzania, Bangladesh, dan Mauritius.

Selain India, hasil penelitian juga menyebutkan kuatnya pertumbuhan wisata medis di Malaysia. Pemerintah negara itu telah mengambil inisiatif meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus memerluas pasar ke berbagai negara.

TMR mencatat, beberapa jaringan rumah sakit yang menjadi pemain utama wisata medis. Di antaranya Bangkok Hospital Medical Center, Asia Heart Institute, Apollo Hospitals Enterprise Ltd, Rumah Sakit Internasional Bumrungrad, Fortis Healthcare Ltd,-Min Sheng Rumah Sakit Umum, Raffles Medical Group, prince Court Medical Center, KPJ Healthcare Berhad, dan Samitivej Sukhumvit.

Pertumbuhan Global
Berdasarkan studi pasar Global yang dilakukan, dari tahun ke tahun pariwisata medis terus mengalami peningkatan luar biasa. Pada 2012 tercatat angka US$ 10,5 miliar dan berdasarkan tren peningkatan, diperkirakan pada 2019 akan menjadi US$ 32,5 miliar.

Sementara itu, Allied Market Research menyebutkan angka US $ 143,8 miliar perputaran pasar pariwisata medis pada 2022, dengan tingkat pertumbuhan 15,7% dari 2015 hingga 2022. Layanan yang paling sering dilakukan adalah perawatan gigi, bedah kosmetik, operasi elektif, dan perawatan kesuburan. Motif untuk membuat perjalanan biasanya terkait tingginya biaya, rendahnya kualitas pengobatan karena kurang infrastruktur kesehatan dan layanan terampil, serta ketersediaan transplantasi organ.

Perjalanan wisata medis karena faktor biaya juga disebut oleh TMR. Sudah beberapa tahun terjadi perubahan trend, di mana masyarakat negara maju mulai mendatangi negara-negara yang semula tidak diperhitungkan untuk mendapat perawatan. Thailand muncul sebagai tujuan paling populer untuk operasi kosmetik dengan pasien terbanyak dari Eropa Barat. Pada 2012, Negeri ‘Gajah Putih’ itu menerima sekitar 2,5 pasien asing atau 45% dari jumlah keseluruhan wisatawan medis di Asia. Malaysia terus bertumbuh, juga India yang kini banyak diminati untuk pengobatan jantung dan transpalasi tulang.

Dari hasil survei, India dan Singapura disebut sebagai tujuan yang paling disukai dalam hal prosedur medis kompleks. India telah menarik sejumlah besar pasien karena popularitasnya meningkat di bidang perawatan jantung. Sementara itu, Costa Rica, Dubai, Polandia, dan Filipina diidentifikasi sebagai calon negara yang akan terus berkembang di sektor wisata medis.

Allied Market Research (AMR) juga menyebutkan beberapa negara yang menjadi tujuan utama wisata medis. Di antaranya Thailand, India, Korea Selatan, Barbados, Meksiko, Brazil, Jepang, Malaysia, Costa Rica, Singapura, Hong Kong, Israel, Iran, Afrika Selatan, Prancis, Jerman, Turki, dan Inggris. Negara-negara itu dikenal dengan layanan keahlian masing-masing, semisal Barbados untuk layanan kesuburan, dan Singapura dengan pengobatan sel induk.

Kemudahan
Dalam report overview, AMR menyebutkan bahwa pariwisata medis menjadi salah satu sumberpendapatan utama bagi negara-negara berkembang seperti India, Afrika Selatan, Thailand, dan Meksiko.

Pemerintah negara-negara itu memberi dukungan kebijakan dan subsidi pembangunan infrastruktur terkait medis. Pemerintah Thailand misalnya, telah mengeluarkan memutuskan untuk memungkinkan perpanjangan masa tinggal hingga 90 hari tanpa visa bagi enam negara-negara teluk. (D-1)
Negara Pemain Medical Touris

  1. India
  2. Thailand
  3. Singapura
  4. Malaysia
  5. Meksiko
  6. Brazil
  7. Turki
  8. Korea Selatan
  9. Taiwan

 

Negara yang Berpotensi di Medical Tourism

  1. Costa Rica
  2. Polandia
  3. Dubai
  4. Filipina

 

India Jadi Sasaran Wisatawan Medis
Bagaimana artikel ini menurut Anda?