Berani mencoba memanjat dan beraktivitas di hotel gantung yang dibangun di dinding tebing setinggi 500 meter?

IMG_7305

SEKARANG tidak perlu jauh-jauh ke Peru jika Anda ingin menginap di hotel gantung. Cukup datang ke Skyload Padjajaran Anyar di Purwakarta. Flying Camp itu menempel di dinding tebing setinggi 500 meter dan disebut-sebut sebagai tertinggi di dunia. Di Peru, hotel serupa menggantung di ketinggian sekitar 400 meter.

 

IMG_7308Kehadiran Skylode Padjajaran Anyar yang baru ada satu unit dan rencananya akan beroperasi Januari 2018, langsung viral di media sosial. Awalnya, komunitas anak muda penggerak pariwisata yang tergabung dalam Badega Parang Padjajaran Anyar berinisiatif membuat flying camp, mirip dengan Skyload Adventure di Peru. Setelah melalui proses pematangan rencana, maka dalam waktu sekitar tiga bulan, berdirilah satu unit flying camp. “Awalnya dibangun untuk beristirahat ketika memanjat tebing. Namun seiring perjalanan waktu dilengkapi dengan berbagai fasilitas layaknya sebuah hotel,” papar Dhani Daelami, penasihat Badega Parang Padjajaran Anyar.

 

IMG_7467

Meski baru masuk tahap soft launching, wisatawan yang berminat untuk menginap kian banyak, hingga harus waiting list. Tarif permalam Skylodge Padjajaran Anyar sekitar Rp4 juta, dengan fasilitas layaknya sebuah kamar hotel, mulai dari pendingin ruangan, toilet kering, wifi, , televisi, hingga kompor dan microwave. Tamu juga bisa memasak dan memesan makanan. ‘Nantinya kami akan membangun unit-unit lain dengan konsep mirip di Peru. Kami masih menunggu investor,” ujar Dhani. Dia menambahkan, untuk membangun satu unit skyload butuh dana sekitar Rp300 juta.

Bagaimana dengan pengolahan limbah toilet? Para pemuda yang tergabung dalam komunitas, katanya, akan membersihkan septic tank yang melekat pada bangunan. Wisatawan bisa buang air kecil dan besar, tetapi tidak untuk mandi. Limbah dari toilet langsung dialirkan ke dalam septic tank yang yang bisa membuat limbah menjadi gel.

 

IMG_7315

Petualangan
Bagaimana caranya agar bisa mencapai bangunan gantung di dinding tebing? Yup, sensasi menginap di ketinggian dengan posisi menggantung itu akan diawali dengan menyusuri tebing. Wisatawan harus mendaki tangga yang dipasang permanen di dinding tebing. Tentu kegiatan via ferrata itu dilengkapi dengan pengaman, mulai dari helm, sarung tangan, tali pengaman, dan pemandu berpengalaman.

Buat penderita jantung dan phobia ketinggian, jelas tidak disarankan. Namun, menurut Dhani, pendakian via ferrata bisa dilakukan semua usia. Tercatat, pendaki tebing termuda yang sukses menjajaki jalur tersebut, baru berusia lima tahun. Berani mencoba? (D-1)

KONTAK: 087775616496 (IG: @padjajaran.anyar)