Select Page

Kotagede Destinasi Indonesia

Kotagede memiliki banyak objek wisata yang bisa memuaskan hasrat blusukan wisatawan. Mulai dari kompleks bangunan tua, mural, kerajinan perak, sampai masjid tua dan makam raja-raja.

Salah satu destinasi wisata yang sangat sayang dilewatkan di Pulau Jawa adalah Kawasan Kota Tua di Kotagede, Yogyakarta. Gempa bumi Yogyakarta tahun 2006 berdampak cukup besar ke wilayah-wilayah sekitar, termasuk terhadap Kotagede. Sekarang, 10 tahun setelahnya, keadaan telah cukup pulih dan terus bertambah baik. Selama ini identik dengan kerajinan perak, ternyata kegiatan jelajah menyusuri Kotagede menunjukkan keunikan-keunikan di setiap sudutnya yang tidak ditemukan di obyek wisata lain di Indonesia.

Terlepas dari pusat industri kerajinan perak di Yogyakarta, Kotagede memiliki sejarah dan arsitektur serta budaya yang unik untuk ditelusuri.

Beberapa situs arsitektur khas yang dapat dijumpai di Kotagede antara lain:

  1. Pasar Legi Kotagede
  2. Makam Raja-Raja Mataram
  3. Masjid Agung Kotagede
  4. Pemukiman & Cagar Budaya Tradisional Jawa
  5. Reruntuhan benteng
  6. Dalan Rukunan/Jalan Rukunan
  7. Wisata kerajinan perak

 

Kampung “Between Two Gates”

Gempa Jogja tahun 2006 cukup memporak-porandakan banyak wilayah di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta, bukan hanya di Kota Yogyakarta tapi juga ke kota-kota sekitarnya dan terutama banyak kawasan wisata yang khas. Keraton tetap utuh, tapi salah satu yang terkena dampak parah adalah wilayah Kotagede. Banyak rumah-rumah rusak, termasuk banyak cagar budaya, dan terutama di dalam kawasan Kotagede.

Ada sebuah perkampungan unik  di kelurahan Purbayan, Kotagede, yang diberi nama Between Two Gates (“di antara dua gerbang”), diberi nama oleh peneliti-peneliti Teknik Arsitektur UGM pada tahun 1986. Perkampungan ini mempertahankan arsitektur khas Jawa kuno, dan diapit dua buah gerbang di sisi barat dan timur. Rumah-rumah konstruksi kayu dengan gaya rumah joglo lengkap dengan ukiran-ukiran khas. Selain mempertahankan bentuk asli, tiap rumah di kawasan Between Two Gates ini memiliki warna dan desain sendiri-sendiri, sehingga tiap rumah adalah unik walau tetap berpakem pada bentuk Rumah Joglo.

Kotagede Destinasi Indonesia

Kawasan Between Two Gates ini adalah kawasan percontohan pemulihan pasca gempa tahun 2006, pembangunannya dengan bantuan dana dari pihak Pemda pun swasta, antara lain dalam bentuk Java Reconstruction Fund yang dilaksanakan Ditjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum RI; dan selain itu juga sebuah gerakan swadaya masyarakat yang dinamai Pusaka Jogja Bangkit!.

Pemulihan lain pasca gempa adalah pemulihan berbagai pahatan/mural; selain mural di rumah-rumah, juga mural di kawasan makam raja-raja Mataram kuno.

Karya mural Apotik Komik di Kotagede

Pada tahun 2003 sebuah kolektif seni bernama Apotik Komik membuat beberapa karya mural di seputaran Yogyakarta, termasuk di sekitar Kotagede, bekerjasama dengan Clarion Alley Mural Project (dari San Fransisco, USA). Kolaborasi ini membentuk dan memelihara pemahaman atas seni kontemporer dan budaya antara dua komunitas tersebut melalui suatu kreasi. Proyek perintisan tahun 22003 ini bernama “Sama-sama/Together”.

Apotik Komik, sebuah komunitas seni rupa yang berdiri pada tahun 1997, sebelumnya telah malang melintang di dunia permuralan ini, mulai dari proyek pertama bertajuk “Melayang” (1997) hingga pembuatan galeri publik di tembok studio mereka di Jalan Langenarjan Lor, kawasan njeron beteng (2000-2001). Aksi Apotik Komik yang paling diekspose adalah ketika mensponsori proyek mural kota pada tahun 2002. Kegiatan inilah yang kemudian mengakibatkan mural menjadi semakin populer di Yogyakarta dan akhirnya membentuk semaca trend baru di kalangan masyarakat. Sayangnya Apotik Komik pun telah vakum hingga saat ini, sejak tahun 2005, walau karya-karya mereka masih banyak dapat dijumpai di seputar Yogyakarta.

Beberapa lokasi mural di seputar Kotagede:

  1. Kampung Alun-Alun
  2. Pasar Gedhe
  3. Sureng Juritan, Pakualaman
  4. Kampung Code
  5. Lapangan Kridosono

Kotagede3

Mural-mural di Kotagede memenuhi tembok-tembok luas yang dahulu putih, diisi oleh imajinasi dan aspirasi, cerita-cerita dari masa kecil. Banyak mural yang diisi cerita dari dongeng kanak-kanak. Ataupun beberapa yang bertema politik untuk menyuarakan isu-isu publik dan politis yang terasa diabaikan oleh banyak kalangan umum; mural digunakan untuk menyuarakan yang terabaikan. Dalam eforia reformasi di Indonesia, serasa hanya melalui mural-lah aspirasi dapat diceritakan ke masyarakat.

Kotagede Destinasi Indonesia

Kerajinan Perak

Kerajinan perak Kotagede telah dikenal hingga mancanegara. Berdiri sejak zaman pra kemerdekaan, namun sejarah mencatat sudah ada sejak abad ke-16, masa pemerintahan Panembahan Senopati. Mulai tumbuh menjadi industri sekitar 1930-an. Peralatan rumah tangga, hiasan rumah, hingga perhiasan terus berkembang dan dihasilkan pengrajin yang keahliannya sebagian besar diperoleh turun-temurun. Kriya yang apik terbentuk dari tradisi ukiran kayu yang juga telah melekat pada masyarakat Kotagede sejak berabad-abad turun-temurun.

Kualitas kriya perak ini tambah mengagumkan lagi, karena tidak ada penambangan perak di dekat Kotagede; kualitas kerajinan perak Kotagede adalah semata berasal dari craftsmanship para pengrajin yang dibangun dari dekade ke dekade.

Bagi yang ingin mengetahui kadar kemurnian perak, dipersilahkan mampir ke Balai Besar Perindustrian di Jalan Kusumanegara, di Kotagede. Anda dapat memulai penelusuran dengan berkunjung ke art shop KP3Y (Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta) di kawasan Mondorakan. Di sini kita bisa mendapatkan informasi tentang standar mutu dan harga perak.

Susuri jalanan Kotagede, dan dapatkan beragam art shop yang menawarkan aneka kerajinan perak. Bagi yang ingin mengetahui kadar kemurnian perak, dipersilahkan mampir ke Balai Besar Perindustrian di Jalan Kusumanegara, di Kotagede.

Bangunan tua, mural, dan kerajinan perak hanya sebagian dari daya tarik wisata Kotagede. Masih banyak objek dan human tourism yang bisa dilihat. Masjid tua, makam raja-raja Mataram, pasar tradisional, hingga atraksi pembuatan kue tradisional dan gula merah akan melengkapi blusukan wisata Anda di Kotagede, salah satu kawasan di Yogyakarta.