Select Page

Liburan keluarga di Pulau Laskar Pelangi terbukti sangat menyenangkan!  Berbagai kegiatan bisa dilakukan, mulai dari berenang, bermain kano, banana boat, jetski, sampai memancing.

Pulau Belitung itu jadi pilihan berlibur bagi keluarga kecil kami. Agar liburan berjalan dengan baik, kami sudah merencanakan dua bulan sebelumnya, termasuk keputusan membeli paket wisata agar tidak repot.

Hari Pertama

Pukul 04.00, alarm berbunyi. Tidak usah disuruh dua kali, anak-anak langsung bangun, mandi dan bersiapsiap berangkat. Kami memutuskan naik pesawat pukul 07.00 dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

Pemandu wisata merangkap driver bernama Fauzy sudah menunggu. Dari bandara kami dibawa untuk menikmati sarapan di Restoran Mak Jannah. Kami memesan mi Belitung dan es jeruk kunci (minuman khas daerah tersebut).

Satu jam kemudian, perjalanan dilanjutkan ke Negeri Laskar Pelangi, Belitung Timur. Setelah melewati kebun kelapa sawit dan sesekali melihat monyet, sampailah di SD Muhammadiyah Gantong, sekolah yang ada di film Laskar Pelangi.

Liburan Keluarga Pulau Laskar Pelangi

Dari museum, perjalanan dilanjutkan ke Kampung Ahok — nama panggilan Basuki Tjahaya Purnama yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Ahok lahir dan tumbuh besar di Desa Gantong, Belitung Timur. Rumah masa kecilnya ditempati sang adik, dan sebagian beralih fungsi menjadi galeri batik simpor, khas Belitung. Kanya sempat mencoba belajar membatik.

Pukul 12.00, kami bergegas mencari restoran untuk makan siang. Pilihan jatuh ke Restoran Fega yang diinformasikan menjadi andalan. Menunya beragam, mulai dari ikan bakar, bakso ikan, cumi, goreng, dan aneka sayuran. Kami mampir ke warung kopi di Manggar. Di kota ini  banyak sekali warung kopi, hingga tidak berlebihan jika mendapat julukan Kota 1001 warung kopi.

Hari Kedua

Liburan Keluarga Pulau Laskar Pelangi

Usai sarapan, kami bergegas menuju pantai. Hari kedua dijadwalkan menyusuri pulau dan pantai di Belitung Barat, antara lain Tanjung Kelayang, Pulau Batu Burung Gerude, Batu Berlayar, Pulau Lengkuas, dan Kepayang. Dari hotel  menuju Pantai Tanjung Kelayang hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Di pantai itu berbagai kegiatan bisa dilakukan, mulai dari berenang, bermain kano, banana boat, jetski, sampai memancing.

Dari situ perjalanan dilanjutkan ke Pulau Batu Gerude dan menemukan batu yang bentuknya mirip burung garuda.

Selanjutnya perjalanan beralih ke Pulau Lengkuas. Di pulau itu, keindahan bawah lautnya sungguh menakjubkan. Hanya di kedalaman lima meter, wisatawan sudah bisa menikmati terumbu karang dan berbagai jenis ikan. Selain itu, pengetahuan anak-anak bertambah ketika mendengar kisah mercusuar yang berdiri sejak 1882.

Hari Ketiga

Di hari terakhir, kami mengunjung. Danau Tambang Kaolin yang airnya berwarna hijau kebiruan, terbentuk karena penggalian timah. Dari situ kami mampir ke Pantai Tanjung Tinggi dengan hamparan batu granit raksasa, sebelum akhirnya ke bandara untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan tiga hari menjelajah Pulau Belitung begitu berkesan.