Select Page

Sawahlunto  merupakan wisata heritage tourism  yang memiliki sejarah panjang  pertambangan di Indonesia.  Mengunjunginya wisatawan diajak menyusuri waktu zaman penjajahan Belanda.

Lobang Tambang Mbah Soero jadi saksi bisu kisah kelam orang rante yang dipaksa membangun jalur tambang dan menambang batu bara.

edisi 24 destinasi inbox museum

WISATA di Sumatra Barat selain memiliki banyak keindahan, ternyata memiliki kisah kelam seperti yang ditemui di Sawah Lunto. Di sini pengunjung dapat menemui kisah kelam para tahanan di zaman kolonial Belanda yang dirantai di leher dan kaki. Mereka menjalani kerja paksa membangun jalur tambang dan menambang batu bara di Sawahlunto, Sumatra Barat.

edisi 24 destinasi pake rante1

Sedihnya, semasa hidup, identitas mereka ‘dibunuh’ dan diganti dengan mencantumkan nomor yang dicap di badan. Nama tidak lagi digunakan, masing-masing dipanggil dengan nomor yang tertera. Ketika meninggal pun, di batu nisan hanya tercantum angka. Mereka kemudian dikenal dengan sebutan orang rante.

edsisi 24 sawah lunto zaman dahulu

Orang rante berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka adalah tahanan yang ditempatkan di Sawahlunto. Keberagaman suku dan bahasa, membuat mereka menciptakan bahasa gaul tersendiri , yakni perpaduan dari berbagai bahasa/etnis pekerja tambang – dan kemudian disebut Bahasa Kreol.

Tambang
Kekelaman kisah orang rante bisa dirasakan ketika memasuki Info Box Gallery, pusat informasi pariwisata Kota Sawahlunto, khususnya mengenai objek wisata Lobang Tambang Mbah Soero. Gedung yang pada 1947 digunakan sebagai pusat pertemuan dan hiburan karyawan tambang itu, menampilkan etalase kecil berisi potongan rantai, kunci gembok, dan pahat yang dulu digunakan.

edisi 24 destinasi lubang tambang 2

Di tempat itu pula persiapan menelusuri sebagian kecil lubang tambang dilakukan. Sebelum masuk, Kiplik, pemandu wisata Lobang Mbah Soero meminta pengunjung memasang helm dan mengenakan sepatu boot.

Beberapa menit kemudian, perjalanan pun dimulai. Pintu masuk tambang berbentuk seperti gua dengan tangga menurun. Makin ke dalam, suasana makin gelap, hanya ada sedikit saja penerangan. Pemandu memberi tambahan cahaya dengan senter sembari menjelaskan bahwa panjang gua yang sudah dibuka dan siap ditelusuri wisatawan baru 186 meter. Saat ini sedang dikerjakan lagi 800 meter, dan rencananya penelusuran akan dilanjutkan dengan lori atau kereta batu bara.

edsisi 24 destinasi lubang tambang 3

“Tambang ini panjangnya berkilo-kilo meter, belum ditelusuri seluruhnya. Ada enam level ke bawah dengan kedalaman sekitar 300 hingga 500 meter,” papar Sudarsono yang biasa dipanggil Kiplik, pemandu wisata dengan basic rescue tambang.

Dia kemudian menjelaskan, pertambangan di Sawahlunto sudah dimulai sejak 1891. Sedangkan Lobang Tambang Mbah Soero dimulai 1898. Nama Mbah Soero didapat dari seorang mandor yang ketika itu dianggap sakti. Belanda percaya, pembukaan tambang akan lancar jika sudah didoakan oleh Mbah Soero.

destinasi 24 sawahlunto lubang tambang1

Saat penelusuran, di beberapa bagian selalu ada percabangan dan lekukan ke dalam. Percabangan dijelaskan sebagai salah satu sistem pensuplai oksigen, sedangkan lekukan untuk tempat menepi ketika ada lori datang. Kian ke dalam, udara memang terasa semakin pekat. Namun, jangan khawatir. Pemerintah Daerah Sawahlunto telah menambahkan selang besar dengan aliran oksigen.

edsisi 24 lubang tambang zaman dahulu

Sekitar 15 menit penelusuran, kami pun kembali ke permukaan. Ketika berbincang santai sembari menyeruput segelas teh manis hangat dan sepiring pecel Mbah Soero, rasanya kita kian menghargai apa yang bisa dinikmati saat ini. Pun kian bisa merasakan kepedihan dan kisah kelam orang rante. Apa yang kita peroleh dan kita nikmati, tidak terlepas dari perjuangan, penderitaan, dan berbagai peistiwa di masa lampau.

Aktivitas Lain di Sawah Lunto

edisi 24 destinasi useum goedang ransum

*Museum Goedang Ransoem
Pada zaman kolonial Belanda, Museum Goedang Ransoem menjadi dapur umum. Dibangun pada 1918 untuk menyimpan dan memasak makanan bagi para pekerja tambang dan pasien rumah sakit. Peralatan memasak dalam ukuran besar masih terawat baik. Display peralatan makan dan makanan untuk orang Belanda, foto-foto kuno, dan batu nisan dengan pahatan nomor bisa disaksikan di museum ini.’

edisi 24 destinasi tungku
Ke halaman bagian samping bisa dilihat gedung yang dulunya digunakan untuk pembakaran batu-bara yang disalurkan untuk memasak. Masih berdiri tegak, dengan cerobong di atasnya. Di sebelahnya berdiri bangunan kuno memanjang yang konon pada masanya digunakan sebagai pabrik es. Di sisi lain terdapat bangunan panjang yang dulu menjadi gudang persediaan bahan makanan. Agak ke belakang, terdapat Galeri Malaka dan IPTEK Centre – tempat anak-anak belajar science dengan cara yang funky.

destinasi 24 sawahlunto museum kereta

*Train Museum
Museum kereta api Sawahlunto menempati stasiun kereta api yang dibangun pada 1918. Pada masanya, lokomotif uap digunakan untuk mengangkut ‘mutiara hitam’ dari Sawahlunto ke Teluk Bayur. Pembangunan rel kereta lagi-lagi menggunakan tenaga para tahanan.
Di museum bisa disaksikan kereta uap yang mendapat julukan ‘Mak Item’ dan berbagai peralatan kereta api tua yang usianya sudah lebih dari 100 tahun. Beberapa waktu lalu, Mak Item sempat beroperasi sebagai kereta wisata. Namun, saat ini sedang dalam perbaikan.

*Danau Biru
Sawahlunto juga memiliki danau biru bekas tambang batu bara, mirip dengan Danau biru di Belitung bekas tambang kaolin. Di Sawahlunto, air danaunya benar-benar biru dengan latar pepohonan hijau. Kawasan itu kini tengah digarap untuk dijadikan objek wisata unggulan.

Paralayang
Sawahlunto juga menjadi salah surga bagi para pecinta paralayang. Ada dua tempat yang bisa dituju, yakni Puncak Polan dan Puncak Guguak Anak.

Bersepeda
Menelusuri Kota Sawahlunto dengan bersepeda di pagi dan sore hari akan sangat menyenangkan. Kotanya kecil, berada di dalam lembah berbentuk kuali. Pemandangannya indah, udara sejuk, dan banyak bangunan-bangunan tua. Biasanya wisatawa menyewa sepeda dan melengkapi diri dengan topi bergaya kolonial.

Desa Wisata Rantih
Sawahlunto juga punya desa wisata. Desa Wisata Rantih berada di Kecamatan Talawi atau sekitar 12 km dari pusat kota Sawahlunto. Wisatawan bisa menginap, mengikuti kegiatan penduduk, menyaksikan seni dan budaya, belajar kerajinan khas Desa Rantih, dsb.

Sawahlunto Wisata Heritage di Sumbar Wajib Dikunjungi
Bagaimana artikel ini menurut Anda?


Also published on Medium.