Select Page

KOMUNITAS2KEBANYAKAN orang mungkin takut dengan aktifitas komunitas yang satu ini. Maklum hobi dan olahraga yang dilakukan melibatkan senjata tajam. Namun, Irnaedy Judharta selaku ketua Bogor Flying Blade (BFB) menjamin bahwa aktifitas melempar pisau sangat aman. “Semua ada aturan mainnya, jadi tidak usah khawatir kalau olahraga ini akan membahayakan,” katanya.

BFB mulai berdiri 5 Mei 2015, dan dikukuhkan pada 4 Juli 2016. Saat ini beranggotakan 45 orang dari usia sekolah sampai pekerja. Irnaedy Judharta yang biasa dipanggil Judy menuturkan, meski usia BFP masih sangat muda, namun telah mampu mengukir prestasi dengan meraih medali dalam berbagai kejuaraan. Saat ini komunitas tersebut juga telah memiliki 7 orang instruktur.

“Meski tercatat sebagai chapter termuda dari D’Lempis (Lempar Pisau Indonesia), tapi kami telah berhasil menyabet 8 medali, 3 di antaranya medali emas untuk katagori half spin, tomahowk dan kelas militer, 3 medali perak untuk katagori No spin, full spin amatir dan kelas militer, dan 2 medali perunggu untuk katagori beregu putra dan kelas U17 pada kejurnas ke 3 D’Lempis yang diadakan di Bandung 10 – 12 Deseember 2016, “ tutur bapak satu anak itu.

KOMUNITAS4Sejarah
BFB adalah chapter dari D’Lempis yang berpusat di Bandung. D’Lempis sendiri merupakan komunias lempar pisau terbesar di Indonesia yang digawangi Chief Ramlan. Menurut Judy, keberadaan D’ Lempis, berawal dari keisengan beberapa mahasiswa seni rupa ITB (Goy Gautama, Zen Ahmad, Gani, Anta, dan Indra). Mereka kerap mengadakan beragam kegiatan termasuk melempar pisau, hingga akhirnya terbentuklah komunitas D’Lempis pada 1988. “ D’Lempis merupakan komunitas lempar pisau pertama di Indonesia bahkan di Asia,” terangnya.

Pada 2010, komunitas ini menggiatkan komunikasi lewat Facebook. D’Lempis juga aktif berkomunikasi dengan pelempar kelas dunia di Amerika dan Eropa. Dari situ komunitas kian berkembang, baik secara pertemanan, teknik, mau pun kegiatan.

Awalmya para D’Lempis menggunakan apa saja yang bisa dilempar termasuk obeng untuk percobaan dan latihan. Saat menggunakan pisay, cara melemparnya pun melihat dari film film laga dan sedikit meniru tehnik militer. Setelah bertahun-tahun, akhirnya mereka menemukan tehnik-tehnik aman dan mulai menggunakan pisau yang berat yang ukurannya disesuaikan agar mendapat hasil lebih baik.

Pisau lempar yang digunakan sesuai standar internadional dengan panjang 12 inci dan berat minimal 250 gram. Tidak memiliki gagang serta tumpul pada bagian sisinya agar pelempar bisa memegang bilah pisau dengan aman.

Kini, D’Lempis telah dikenal dan diakui dunia internasional sebagai organisasi lempar pisau pertama di Indonesia. Keberadaannya juga sudah masuk dalam Internasional Knife Thrower Hall of Fame (IKTHOF). Bahkan telah ada beberapa atlet dari D’Lempis yang masuk ranking 10 besar dunia untuk olahraga lempar pisau yang diadakan IKTHOF, tingkar expert, intermadiate maupun novice.

 

KOMUNITAS5Alat dan Aturan Main
Lempar pisau membutuhkan beberapa peralatan standar. Pisau sudah tentu menjadi salah satu alat utama, kemudian ada area dengan lock target yang idealnya ada back stop pisau, supaya pisaunya tidak kemana-mana. “Lempar Pisau adalah jenis olahraga terukur karena itu areanya harus memunyai jarak lempar, yaitu dua meter sampai tujuh meter antara pelempar dan target,” ujar terang Judy.

Setiap jarak, terangnya, memiliki teknik lempar tersendiri. “Misalnya saya ingin melempar dari jarak 2 meter, maka yang harus dipegang adalah blade (mata pisau). Untuk jarak 3 meter, maka yang harus dipegang adalah handle pisau agar dapat menancap pada target.”

Pisau khusus yang digunakan memiliki panjang antara 30,5 cm sampai 40 cm dengan berat sekitar 350 gram sampai 400 gram. Selain itu dalam satu set terdapat tiga pisau. Ketiganya harus seragam, baik berat maun panjangnya. “Ada yang simetris, bowie dan masih banyak lagi,” ungkap Judy.

D’Lempis atau BFB mengadopsi semua aturan dari IKTHOF. “Regulasi yang dipakai di Eropa juga sama hanya beda aturannya saja. Misalnya pada jarak sekian meter yang dipegang adalah handle, tapi ketika pindah jarak yang dipegang adalah blade. Beda aturan itu adalah 2,3,4,5,6,7 yang dipakai IKTHOF, sementara di Eropa hanya 3,5,7 meter.

Harapan
Seiring perjalanan waktu, BFB atau D’Lempis punya harapan lempar pisau bisa masuk menjadi salah satu cabnag olahraga resmi di PON. “Pada PON 19 di Bandung beberapa wkatu lalu, D’Lempis masuk sebagai salah satu cabang eksebisi. Kami berharap bisa menembus KONI dan pada PON 20 mendatang sudah hisa ikut dipertandingan,” ujar Judy.

KOMUNITAS6
Alamat seketariat BFB :
Jl Pandu Raya No13, Tegal Gundil, Bogor Utara

Jadwal Latihan :
GOR Padjajaran Bogor
Rabu : pukul 15.30 – 18.00
Sabtu. : pukul 15.00 – 18.00
Minggu : pukul 09.00 – 18.00

Komunitas Lempar Pisau
Bagaimana artikel ini menurut Anda?