Select Page

Berwisata tak hanya untuk mengunjungi lokasi eksotis atau bertemu kesenian unik. Berwisata juga untuk menemui kuliner legendaris. Berikut beberapa contohnya di seantero Indonesia.

DESTINASI wisata dan keragaman kuliner ibarat pisau bermata dua. Di mana ada lokasi wisata menarik, di situ geliat kuliner lokal ikut bergairah. Ujungnya, bukan lagi sekadar urusan lidah bergoyang. Namun, ada banyak yang bisa dipelajari dan dinikmati dalam wisata kuliner legendaris.

Singkat kata, hanya yang istimewa mampu bertahan. Dan, bicara soal ragam kuliner legendaris, Indonesia adalah surga. Hampir tiap daerah punya andalan. Dari Timlo Solo dan Gudeg Yogya yang pecah di lidah, Babi Guling di Bali yang sensasional, hingga Bubur Manado yang bikin ketagihan. Deretan kuliner legendaris hadir lengkap dengan filosofi, inspirasi, dan transfer semangat yang menyertainya. Mari kita simak.

Solo yang terus terjaga

Soto Solo

Soto Solo (foto: Wikipedia)

Bom bunuh diri boleh saja menggemparkan Solo. Namun, kota yang terus terjaga untuk urusan isi perut ini tetap berderap. Di sebuah pojok kawasan Pasar Gede, kerumunan penggemar Timlo Solo, kuliner khas Solo, seperti tak terpengaruh. Mereka tetap nikmat menyantap timlo yang tersaji lengkap dengan ati ampela, kentang, daging ayam, telur pindang, dan sosis solo.

Selain segarnya Timlo, kota di Jawa Tengah ini juga punya sederet warung soto legendaris. Sebut saja Soto Trisakti yang dirintis sejak 1962 dan kini dikelola generasi ketiga. Selain itu, ada Soto Gading, Soto Triwindu, Soto Seger Mbok Giyem, Soto Kwali Pak Gino, dan Soto Sore di kawasan Jaten.

Belum lengkap menjelajah Solo jika belum mencicipi tengkleng dan sate. Sebut saja warung tengkleng Pak Manto dengan menu andalan tengkleng rica. Atau, Tengkleng Kuah Mbak Dyah di Solobaru dan Tengkleng Mbah Sadhi di kawasan Banjarsari.

Selain Sate Pak Bejo di Lojiwetan yang digemari Presiden Jokowi, masih ada warung sate favorit lainnya. Sebut saja, Sate Mbok Galak di Sumber dan Sate Buntel Pak Narto di Baturono.

Jangan dilupakan, makanan pencuci mulut seperti Es Krim Tentrem di kawasan Urip Sumoharjo. Kedai es krim yang buka sejak 1952 ini tetap eksis dengan varian menu es krim rumahan yang menggoyang lidah. Satu lagi, Serabi Notosuman dengan cita rasa yang khas dan lumer di lidah.

Yogya yang inspiratif

Nasi Gudek

Nasi Gudek (foto: Wikipedia)

Sesuai namanya, Kota Gudeg, Yogya punya sederet sosok legenda untuk menu satu ini. Yu Djum, salah satunya. Kini, Warung Gudeg Yu Djum yang berawal di kawasan Wijilan ini tersebar di beberapa sudut Kota Pelajar.

Sesuai namanya yang lain, Kota Pelajar, Yogya juga tak bisa dipisahkan dengan hadirnya angkringan. Tempat ‘nangkring’ para pelajar dan mahasiswa untuk mengisi perut tersebut kini banyak tersebar di berbagai sudut Yogya. Selain urusan mengisi perut, angkringan juga sering jadi ruang diskusi. Bahkan, kerap jadi sumber inspirasi. Angkringan Tugu yang dimotori Lek Man dan Lek No adalah pionernya.

Yogya masih punya legenda kuliner lainnya. Soto Kadipiro bisa dijumpai di kawasan Wates dan Wirobrajan. Begitu pun dengan menu favorit lainnya, sate.  Tampilan yang unik dengan menggunakan jeruji sepeda membuat Sate Klatak Pak Pong di Bantul senantiasa diburu para penggemar sate kambing.

Masih di kawasan Bantul, pantas dicoba Bakmi Jawa Mbah Mo. Hanya saja, harus siap antre untuk mendapatkan pesanan bakmi yang kabarnya jadi langganan mantan Presiden Soeharto ini.

 

Bali yang tak ada matinya

Keindahan Pulau Dewata, Bali, tak terbantahkan lagi sebagai destinasi wisata. Bali juga memiliki berderet kuliner unggulan yang membuat para pelancong ingin kembali. Bali, benar-benar tak ada matinya untuk urusan memikat pengunjung.

Nasi Bali

Nasi Bali (foto: Wikipedia)

Warung Nyoman yang legendaris di kawasan Bedugul kondang dengan menu favorit ayam betutu yang memanjakan lidah. Selain itu, ada babi guling yang bisa dijumpai di berbagai tempat di Pulau Seribu Pura tersebut. Namun, bicara tentang menu satu ini pantas diingat babi guling Candra di kawasan Teuku Umar yang sensasional.

Bergeser di kawasan Ubud, pantas dicoba menu ayam Kedewatan Ibu Mangku yang selalu diserbu pelanggan. Selain ayam, tersedia juga sate lilit yang khas Bali lengkap dengan lawar dan sambel matah.  Tak lengkap ke Bali jika tak mencicipi pedas dan segarnya Rujak Kuah Pindang Bu Putu di Kuta yang sudah berdiri hampir 20 tahun.

Manado yang selalu hangat

Bubur Manado (foto: Wikipedia)

Bubur Manado (foto: Wikipedia)

Manado identik dengan bubur tinutuan. Bubur hangat penuh gizi dengan cita rasa yang sangat khas itu bisa dijumpai di sepanjang Jalan Wakeke yang legendaris. Hampir semua rumah di ruas jalan tersebut membuka warung bubur tinutuan, bubur khas Manado.

Berbahan labu merah, beras, dan singkong, bubur tinutuan biasa ditambah dengan sayuran seperti bayam, kangkung, atau daun gedi, sesuai selera. Daun gedi adalah daun yang hanya ada di Bumi Nyiur Melambai tersebut.

Tak hanya bubur tinutuan, di kawasan legendaris tersebut juga disediakan kuliner khas Manado lainnya seperti mie ikan cakalang dan nike goreng. Seperti juga daun gedi, nike adalah ikan-ikan kecil yang ada di Manado. Tepatnya, hanya ada di Danau Tondano.

Masih banyak kuliner Manado yang pantas dicicipi. Aneka sajian ikan lengkap dengan sambal roa dan dabu-dabu yang pedas hingga menu pencuci mulut seperti klapertaart, panada, kue balapis, brudel, hingga halua kenari.

Masih banyak menu-menu legendaris yang disajikan di kawasan-kawasan legendaris lainnya di berbagai penjuru Nusantara. Tak pelak, Indonesia adalah surga kuliner yang menjanjikan cita rasa yang sangat kaya. (Yul)