Select Page

Indonesia dianugerahi kekayaan alam luar biasa yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Begitu pun dengan ragam kuliner di setiap daerah. Keduanya saling bersahabat menjadi kekuatan pariwisata Nusantara.

Tuhan sangat bermurah hati pada Indonesia. Dari darat, laut, bahkan udara, Indonesia dianugerahi panorama alam yang elok tiada tara. Keindahan yang bertebaran di hampir seluruh daerah yang membentang dari Sabang sampai Merauke menjadikan Indonesia pantas disebut Zamrud Khatulistiwa.

Tak hanya kaya dengan lukisan alam ciptaan Sang Kuasa, Indonesia juga kaya dengan bahan makanan dan ragam kuliner. Duet ragam kuliner dan kekayaan alam inilah yang menjadi magnet luar biasa bagi pariwisata Indonesia.

Selain menikmati keindahan alam, bukan rahasia lagi, para wisatawan gemar berburu kuliner khas berbagai daerah di Indonesia. Kuliner atau masakan Indonesia kondang sebagai kuliner dengan cita rasa komplet dan kuat. Ragam kuliner Nusantara juga mencerminkan beragam dan kuatnya tradisi tempat kuliner itu berasal.

Dengan kata lain, ragam kuliner menjadi cerminan ragam budaya Nusantara. Dari ragam kuliner, para wisatawan tak sekadar berwisata namun juga mengenal budaya berikut kearifan lokal. Kuliner berkembang sebagai seni tata boga atau gastronomi yang tak kalah menarik untuk ditelusuri.

Seperti disebutkan Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara pada Kementrian Pariwisata, daya tarik kuliner mencapai 30 hingga 50 persen dan menyerap tenaga kerja hingga 30 persen. Data menunjukkan, hampir 50 persen wisatawan menghabiskan waktu dan budget untuk wisata kuliner.

Hal senada diungkapkan Desi Trisnawati. Menurut Juara MasterChef Season2 ini, kuliner adalah mata tombak dunia pariwisata. Kuliner bisa menciptakan repeat customer. Orang berwisata tak hanya menikmati alam, seni, dan budaya, namun juga petualangan kuliner.

Kuliner Pariwisata Indonesia - Bakso

Kearifan Lokal

Tak terbantah lagi, kuliner dan pariwisata adalah simbiosa mutualisma. Hubungan yang saling menguntungkan itu bahkan menempatkan ragam kuliner sebagai alat promosi dan positioning destinasi yang sangat efektif.

Jangan heran jika saat ini berbagai daerah di Indonesia berlomba-lomba mengoptimalkan kekayaan kulinernya sebagai daya jual wisata. Ragam kuliner legendaris pun makin dimunculkan dan dikembangkan sebagai kekayaan lokal.

Kuliner legendaris menjadi pembeda satu daerah dengan daerah lainnya. Bukan hanya menyangkut kekhasan bahan dan rempah-rempah yang ada di dalamnya. Namun, kuliner legendaris pada gilirannya adalah bicara tentang kearifan lokal.

Ada banyak pelajaran diberikan lewat ragam kuliner, baik dari sisi bahan, teknik memasak hingga filosofi yang ada di dalamnya. Inilah sisi menarik petualangan kuliner. Jangan heran jika beberapa negara sangat fokus pada kekuatan kuliner seperti Jepang, Italia, dan Perancis.

Kuliner Pariwisata Indonesia - Soto

Rempah dan Akulturasi Budaya

Indonesia dikenal sebagai negara kaya rempah-rempah. Itulah sebabnya, sejak dulu Indonesia berperan aktif dalam perdagangan dunia. Akulturasi budaya akibat perdagangan tersebut juga menyentuh ragam kuliner Nusantara.

Ragam rempah seperti kemiri, cabai, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa, dan gula aren pun “kawin” dengan gaya meramu masakan dari India, Cina, Timur Tengah, dan Eropa. Hasilnya, ragam kuliner Nusantara pun makin kaya. Jadilah, Indonesia adalah surga kuliner yang sangat memanjakan lidah penikmatnya.

Ibaratnya, apa pun ada di Indonesia. Jangan heran jika sosok sekaliber Presiden AS Barack Obama pun masih terkesan dengan bakso dan nasi goreng khas Indonesia.

Bakso adalah menu yang bisa dijumpai hampir di seluruh daerah di Indonesia. Makanan olahan daging yang di luar negeri disebut sebagai meatball ini adalah salah satu ragam kuliner produk akulturasi budaya.

Hanya saja, bakso Indonesia menjadi sangat khas karena berbagai daerah menyajikan menu favorit ini dengan kreativitas masing-masing. Jangan heran jika kemudian muncul aneka bakso seperti bakso Malang, bakso Wonogiri dan lainnya.

Hal senada terjadi dengan nasi goreng yang banyak dipengaruhi budaya Cina dan belakangan Timur Tengah. Hasilnya, ada banyak modifikasi nasi goreng yang jadi unggulan berbagai daerah. Bahkan, nasi goreng melenggang masuk dalam daftar menu hotel-hotel atau restoran kelas atas. Ibaratnya, nasi goreng bisa ditemui dari kaki lima hingga hotel bintang lima.

Kuliner Pariwisata Indonesia - rendang

Rendang yang Mendunia

Begitu banyak ragam kuliner Indonesia yang khas dan unik. Beberapa di antaranya bahkan sudah dikenal dunia. Rendang, misalnya.

Masakan khas Minang ini tak hanya diterima di hampir semua daerah di Indonesia. Rendang juga tak hanya jadi makanan wajib saat Lebaran. Namun, kuliner berbahan dasar daging dengan bumbu rempah yang sangat kuat ini juga telah diakui sebagai salah satu kuliner terlezat di dunia.

Masih banyak kuliner tradisi Indonesia yang sudah kondang ke mancanegara. Bahkan, kerap menimbulkan kerinduan wisatawan untuk kembali lagi menikmatinya seperti gudeg Yogya, bubur Manado, ayam taliwang dari Lombok, ayam betutu dari Bali, dan aneka soto dari berbagai daerah.

Ya, tak beda dengan bakso, soto juga bisa dijumpai hampir di setiap daerah di Indonesia. Bumbu rempah yang digunakan juga beragam di setiap daerah. Dari soto Kudus, Bandung, Betawi, Madura, Lamongan, hingga soto Makassar atau Coto Makassar tampil beda dengan kekhasan bahan dan bumbu rempahnya masing-masing.

Tak terbantah lagi, ragam kuliner adalah penggerak pariwisata dan perekonomian masyarakat. Kuliner menjadi ceruk bisnis yang sangat menjanjikan dan berjangka panjang. Seperti dikatakan Desi Trisnawati, kuliner dan pariwisata adalah perfect combination.

Itulah sebabnya sejak jauh-jauh hari Menteri Pariwisata Arief Yahya mencanangkan Indonesia siap menuju destinasi wisata kuliner terfavorit di dunia yang berdaya saing. Promosi pun terus digenjot untuk meningkatkan rasa cinta dan minat masyarakat terhadap kuliner khas Nusantara.

Aku cinta masakan Indonesia, memang harus menjadi langkah awal. Selanjutnya, ragam kuliner khas Indonesia pun akan makin mendunia seiring makin maju dan tertatanya wajah pariwisata Nusantara. Keduanya harus mendapat perhatian sama untuk dibenahi agar mampu bersaing di pentas dunia. (Divdit)

Kuliner, Sahabat Karib Pariwisata Indonesia
1 (20%) 1 vote


Also published on Medium.