Select Page

Punya rencana traveling ke Jepang? Simak beberapa tips ini, supaya perjalanan Anda kian lancar.

IMG_9120Perlukah JR Pass?
Pertanyaan ini kerap muncul, ketika orang akan melakukan perjalanan wisata ke Jepang. Maklum, jika digunakan maksimal, JR Pass memang bisa memangkas biaya transportasi kereta api dibandingkan dengan membeli karcis secara eceran.
Sebagai informasi awal, JR Pass biasanya dijual untuk rentang waktu penggunaan satu minggu dan 2 minggu. Harga untuk satu minggu Rp3,4 juta (tergantung nilai tukar yen saat membeli).
Sebelum memutuskan membeli, buat dulu itenerary agar uang yang dikeluarkan untuk membeli JR Pass tidak sia-sia.
Transportasi kereta api di Jepang dioperasikan oleh beberapa operator dan masing-masing punya jalur sendiri yang saling terhubung. Karena itu, selain JR Pass, Anda tetap harus mengeluarkan uang untuk jalur-jalur kereta di luar operator JR Pass. Di setiap kota ada beberapa ticket pass yang bisa digunakan dan cara kerjanya mirip tiket busway atau komuter line. Di Tokyo misalnya, ada kartu tiket Posmo dan Suica. Bisa dibeli disetiap stasiun dan bisa diisi ulang. Bisa diuangkan kembali jika tersisa, dan bisa digunakan kembali kapan pun sampai rentang waktu 10 tahun.
JR Pass baru akan berguna jika rute perjalanan Anda lintas perfektur (propinsi). Jika hanya mendatangi satu kota atau dua kota di dua propinsi, sebaiknya hitung dulu perkiraan harga tiket kereta eceran.
Pertanyaannya, bagaimana cara menghitung pengeluaran transportasi dengan karcis eceran? Banyak situs yang menawarkan kemudahan terkait transportasi kereta api di Jepang. Di antaranya hyperdia.com. Lihat itenerary yang sudah dibuat, masukan kota atau daerah-daerah di Jepang yang akan Anda tuju. Dari situ akan muncul harga tiket kereta api. Hitunglah total pengeluaran transportasi jalur JR, jika angkanya lebih dari Rp3,6 juta, maka saatnya Anda memertimbangkan membeli JR Pass.
IMG_8958Jalur kereta api
Kereta api di Jepang dioperasikan banyak operator, terutama di kota besar seperti Tokyo. Sudah bisa dipastikan, di awal kedatangan Anda akan kebingungan mengikuti denyut kereta api Tokyo yang superdinamis.
Bertanya memang cara paling mudah. Namun, sebagian besar masyarakat Jepang minim kemampuan berbahasa Inggris. Andai bisa pun, mereka tidak akan hafal berbagai jalur, apalagi jadwal kereta yang datang dan pergi dalam hitungan menit. Membaca sendiri map jalur kereta dari operator berbeda, sudah pasti pusing tujuh keliling. Lalu apa yang harus dilakukan?
Cari tahu dan download aplikasi yang bisa membantu dan memandu penggunaan kereta api di Jepang. Jangankan wisatawan, saat Anda bertanya pada masyarakat Tokyo misalnya, sebelum memberi jawaban pun mereka akan mencari tahu dulu di aplikasi panduan.
Japan Rail dan Google Map menjadi dua aplikasi yang bisa saling melengkapi.
Japan Rail memberi rincian detail mulai dari jalur, waktu keberangkatan, waktu tiba, berapa stasiun yang akan dilewati, jeda waktu perpindahan jalur, dsb. Cara kerja aplikasi ini hanya tinggal memasukan daerah atau pun stasiun yang dituju, dan secara otomatis akan memandu stasiun terdekat yang bisa dicapai dari tempat Anda berada. Setelah tahu stasiun terdekat yang bisa dicapai, gunakan Google Map. Begitu tiba, cek sekali lagi jadwal yang terpampang di aplikasi. Jika telah lewat waktu, ulang proses pengisian stasiun yang dituju agar mendapat jadwal kereta terbaru.

IMG_7954Perlukah sewa wifi?
Perlu! Kecuali Anda menggunakan fasilitas dari operator telepon di Indonesia. Jika tidak, maka sewa wifi akan sangat membantu, tertutama ketika harus menggunakan aplikasi terkait kereta api dan Google Map.
Pertanyaannya sekarang, apakah sebaiknya sewa dari Indonesia atau ketika tiba di bandara? Kedua-duanya bisa dilakukan.
Apa yang harus diperhatikan? Sudah tentu perbandingan harga dari operator penyewaan wifi. Biasanya mereka menghitung sewa harian. Pelajari dulu hak dan kewajiban Anda. Hati-hati karena ada penyewaan yang hanya memberi 3 GB meski Anda ditarik biaya sewa harian. Setelah itu kecepatan menurun sehingga bisa membuat frustasi.
Cara lain, tanyakan ke hotel mau pun tempat Anda menginap, apakah mereka menyewakan wifi? Jika ya, tanyakan kembali hak dan kewajiban yang akan diperoleh.
Biasanya, jika Anda menginap menggunakan aplikasi Airbnb, pemiliknya juga menyewakan router wifi. Harganya jauh lebih murah. Sebagai perbandingan, rata-rata operator penyewaan wifi mengenakan biaya 900 yen (Rp111.000)/hari. Di penyewaan mandiri rata-rata mematok 400 yen atau Rp46.000/hari dengan kecepatan yang diperhitungkan setiap hari.
Intinya, wifi sangat diperlukan, hanya saja cari tahu dengan jelas hak dan kewajiban Anda. Jangan lupa dan bandingkan harga.

IMG_7748Hotel & Makan
Jepang dikenal sebagai negara mahal. Transportasi ke dan di Jepang sudah pasti salah satu komponen pengeluaran terbesar. Akomodasi dan makan dua komponen pengeluaran lain yang perlu diperhatikan.
Sebenarnya, Jepang seperti Indonesia memiliki hotel dengan harga supermahal sampai yang masih bisa diterima. Untuk hotel kapsul sekitar Rp300.000/orang. Jika mencari penginapan kamar private sharing di sistem rumah, apartemen, dormintory Airbnb, masih bisa dijumpai harga sekitar Rp250.000/orang.
Hotel konvensional mau pun yang menggunakan sistem Airbnb masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Jika budget Anda terbatas, menginap di kamar-kamar yang ditawarkan lewat booking online bisa menjadi jalan ke luar. Harganya terjangkau, bisa bersosialisasi, biasanya sudah tersedia dapur, dan mesin cuci.
Bagaimana dengan makan? Jepang adalah surganya makanan lezat. Namun, harga seafood di Jepang bisa dikatakan jauh lebih mahal dibandingkan dengan Indonesia. Di luar itu, ambil rata-rata harga sekali makan sekitar 1.000 yen atau sekitar Rp124.000. Ada juga bento yang tersedia hampir di semua mini market dengan harga mulai Rp80.000. (D-1)

Mau Traveling ke Jepang? Baca Ini Dulu
5 (100%) 1 vote