Select Page

Natuna bukan hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menggugah kesadaran kita, betapa indah dan kayanya Indonesia.

INDAH, indah, dan indah. Apalagi kata yang tepat untuk menggambarkan Kabupaten Natuna? Lautan membentang luas, debur ombak pecah di susunan batu-batu besar alami yang bertebaran di banyak pantai dan lautan tepi.

DCIM100GOPROGOPR0269.JPG

Foto: Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna

Datang ke Natuna berarti menikmati keindahan pantai, bebatuan besar, dan tentu kekayaan dan keindahan bawah laut. Bukan hanya terumbu karang dan ikan, tetapi juga kapal-kapal karam yang tenggelam beratus hingga puluhan tahun lalu. Data di Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, ada tujuh situs utama kapal karam di perairan Natuna. Masing-masing menyimpan cerita, misteri, keindahan, dan kekayaan tersendiri.

composite of docter pointing at healthcare graphics

Diving dan snorkeling menjadi kegiatan wajib bagi wisatawan yang datang ke Natuna. Di saat musim tenang (Maret hingga Agustus), dasar laut dengan kedalaman empat meter, bisa terlihat jelas dari permukaan air. Natuna menjadi salah satu surga bagi para pecinta laut.

IMG_0966

Foto: Lintang Rowe

Pulau Tiga
Pulau Tiga salah satu objek wisata yang kerap didatangi wisatawan. Pulau itu telah dipoles menjadi salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat. Rumah-rumah dicat atraktif, wisatawan bisa berbaur, berbincang, dan mengikuti aktivitas penduduk lokal. Tersedia pula dua homestay sederhana dengan biaya Rp75 ribu/orang.

Homestay Hanafi salah satunya. Di tempat itu, wisatawan bisa mendapat banyak kisah tentang Natuna dan Pulau Tiga. Hanafi pemilik homestay yang juga tokoh masyarakat setempat, hapal betul berbagai kisah tentang Natuna, khususnya Pulau Tiga. Selain itu, wisatawan bisa melihat ikan napoleon dan kerapu di keramba-keramba tancap depan homestay tersebut.

Dari Pulau Tiga, berbagai spot diving dan snorkeling mudah dijangkau. Setelah lelah beraktivitas, cicipi aneka menu masakan seperti sup ikan, olahan cumi, udang, ikan kerapu, dsb yang tersedia di rumah makan sederhana di homestay tersebut. Pulau Tiga bisa ditempuh dari Pelabuhan Selat Lampa, sekitar 20 menit perjalanan laut menggunakan kapal reguler.

 

DESTINASI-SENUA3

Foto: Kiki Firdaus (termasuk foto slider)

Senua
Pulau Senua menjadi incaran banyak wisatawan. Apalagi lokasinya berdekatan dengan Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna. Pantai di Senua jelas memesona. Namun, Selain itu, Senua menjadi tempat singgah dan bertelur penyu. Sampai sekarang, Pulau Senua tidak berpenghuni. Karena itu, biasanya wisatawan datang untuk bermain, kemudian kembali ke Ranai.

Dari tepi pantai di Ranai, Pulau Senua yang pernah didatangi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hanya dengan menggunakan padle itu, bisa terlihat jelas. Bentuknya mirip perempuan hamil. Ada legenda tentang asal-usul Senua. Alkisah, dahulu hidup perempuan kaya yang sedang hamil dan dikenal sangat kikir. Karen sifatnya itu, ketika akan melahirkan, tidak seorang pun mau membantu. Dia kemudian mencari suaminya ke pantai. Malang, perempuan itu terseret ombak dan tewas. Jasadnya kemudian menjelma menjadi Pulau Senua. Dalam bahasa daerah Natua, Senua atau kerab disebut Senoa berarti berbadan dua atau hamil.

 

DCIM100MEDIADJI_0022.JPG

Foto: Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna

Pulau Sedanau
Pulau Sedanau kerap disebut sebagai kota terapung. Sebagian besar rumah-rumah di pulau itu berdiri di atas air laut. Pulau Sedanau menawarkan banyak objek wisata laut dan sejarah. Di antaranya ada kapal perintis Djadajat yang tenggelam sekitar 1980-an di perairan dangkal sekitar 4 meter di bawah laut. Kapal tersebut pernah menjadi kapal resmi presiden pertama RI Soekarno. Saat kapal tersebut tenggelam, ditemukan tongkat komando Bung Karno. Didapati pula surat dari Bung Karno untuk awak kapal yang masih utuh, dan sekarang disimpan di kediaman salah satu tokoh masyarakat Sedanau.

Selain situs kapal, juga terdapat reruntuhan pesawat Kashmir Princess yang membawa delegasi dari China untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika pertama 1955 di Bandung. Pulau Sedanau juga memiliki wisata ziarah keluarga makam Sultan Bolkiah. Jangan lupakan pantai indah di Sedanau, di antaranya Pantai Marus. Nikmati pula pembauran berbagai etnis dan seni budaya yang terbentuk.

Pulau Laut
Ini benar-benar pulau paling utara Indonesia yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan yang membatasi Indonesia dan negara tetangga, Vietnam. Pasir di pulau terluar yang tak berpenghuni itu sangat cantik. Menyaksikan pergerakan matahari yang akan kembali ke peraduan menjadi salah satu aktivitas yang layak dicoba.

 

DESTINASI-TANJUNGDATUK2

Foto: Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna

Deretan Pantai & Batu
Objek wisata apa yang paling mudah dijumpai di Natuna? Jawabannya tentu deretan pantai dan batu-batu besar yang indah. Di Pulau Bunguran Besar tempat Ibu Kota kabupaten Natuna berada, pemandangan seperti itu dapat dengan mudah ditemui. Pantai Semigit, Tanjung Datuk, Pantai Teluk Selahang, Pantai Cemaga, Pantai Batu Kasah, Batu Rusia, Batu Kapal, dsb, menawarkan pemandangan indah.