Select Page

Dana 1 miliar rupiah akan dianggarkan untuk setiap lokasi wisata ziarah

Wisata Ziarah Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk meningkatkan dan memperbaiki tata kelola destinasi wisata ziarah di Tanah Air.  Wisata Ziarah atau yang dikenal pilgrimage tourism adalah wisata atau travelling dengan tujuan menjalankan bagian dari kepercayaan spiritual atau agama.

“Semua harus aktif.  Saya akan fokus pada pemsaran, destinasi dan sumber daya manusia.” Katanya dalam Workshop Nasional Tata Kelola Destinasi Wisata Ziarah hasil kerjasama LKBN Antara dan Kementerian Pariwisata di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mulai 2016, Kementerian Pariwisata akan mengalokasikan anggaran sebesar 1 milar rupiah per satu lokasi wisata ziarah untuk biaya pengelolaan destinasi khususnya sanitasi bersih.  Terkait SDM, Kemenpar akan menyiapkan 100 orang per lokasi untuk memberi bimbingan tekhnis tentang hospitality.

Daya tarik wisata ziarah tidak semata-mata dorongan magis

Daya tarik wisata Ziarah yang potensial untuk dikembangkan secara serius adalah situs Walisongo yang berada di depan kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Destinasi Wisata Ziarah Indonesia

 

Situs Walisongo akan berpotensi sebagai jalur rute ziarah (pilgrimage route) terbesar dan terpanjang melebih Camino de Santiago yang saat ini menjadi kebanggaan Eropa.

Daya tarik lainnya terkait perayaan haul atau peringatan keagamaan untuk mengenang jasa orang-orang yang dianggap penting dalam konteks agama dan bangsa.  Contohnya haul Sunan Ampel di Surabaya yang mampu menarik pengunjung hingga 10 ribu orang per hari.

Kemenpar memproyeksikan kunjungan wisatawan di situs Wali Songo pada 2019 mampu mencapai 18 juta orang wisatawan nusantara atau 15% dari target wisatawan nusantara pada 2019.   Pengeluaran rata-rata diperkirakan 400 ribu rupiah per kunjungan atau senilai Rp. 7,2 triliun dalam setahun.


Also published on Medium.