Select Page

Pelaku industri mesti memperhatikan hasil survei yang satu ini, sebelum melakukan ‘penyerangan’ pasar 2016.

PARA pemasar mesti memperhatikan hasil survei yang dilakukan konsultan riset global TNS terkait kebiasaan pengguna internet seluruh dunia, termasuk Indonesia. Survei Connected Life itu dilakukan di 50 negara dan melibatkan 60.500 orang. Hasilnya cukup mengejutkan dan bisa menjadi bahan pertimbangan para pemasar sebelum menyusun strategi 2016.

Riset tersebut menunjukkan, rata-rata orang Indonesia menghabiskan 2,5 jam untuk bermain ponsel dibandingkan berinteraksi dengan sesama. Itu setara dengan 17,5 jam setiap minggunya atau penggunaan waktu produktif sebanyak 38 hari dalam satu tahun.

Berbeda dengan kebiasaan di beberapa negara lainnya, pengguna internet lewat ponsel di Indonesia terbilang merata. Kelompok usia 46 – 65 tahun menggunakan ponsel hampir sebanyak kelompok milenial muda usia 16 – 30 tahun.

Generasi milenial di Indonesia adalah yang paling terhubung, dengan durasi penggunaan ponsel 2,5 jam setiap harinya. Mereka membagi waktu antara browsing sosial media sebesar 56%, menonton video 36% dan belanja online 8%.

Konsumsi Media Digital

Konsumsi Media DigitalNamun perlu diingat, generasi milenial Indonesia juga menghabiskan waktu selama 2,5 jam setiap hari dengan media tradisional seperti menonton TV dan mendengarkan radio. Bagi konsumen online yang lebih tua, mereka masih menggemari media tradisional. Kelompok usia 46 – 65 tahun di Indonesia menghabiskan 3,1 jam setiap hari untuk menonton TV.

Kondisi di Indonesia agak berbeda dengan pasar barat, terutama Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Prancis yang semakin sering berhadapan dengan kesenjangan digital antargenerasi. Generasi Milenial di pasar itu lebih memilih ponsel, sementara generasi yang lebih tua masih menyukai TV, radio dan koran.

Di Indonesia, semua generasi mulai merambah saluran baru ini pdengan tingkat yang sama (tapi lebih lambat), termasuk generasi tua. Mereka yang online di usia 45 – 65 tahun mulai menggunakan media sosial. Tercatat 1 dari 3 orang (29%) menggunakan Facebook setiap hari.

Para pemilik brand agaknya perlu mempertimbangkan fakta baru yang diungkap TNS. Bisa diartikan, di Indonesia masih diperlukan pendekatan seimbang, menciptakan kampanye beriring secara digital mau pun tradisional untuk semua generasi.

“Indonesia adalah negara besar dengan banyak nuansa lokal, serta perilaku dan kebiasaan yang dapat digali para pemasar. Temuan baru ini menyoroti bagaimana media tradisional masih berpengaruh untuk menggapai konsumen terhubung – terutama anak muda milenia yang sebelumnya dianggap oleh brands hanya dapat digapai melalui sarana digital dan bukan yang tradisional,” papar Suresh Subramanian, managing director TNS Indonesia.

Joseph Webb, global direktur Connected Life, mengatakan hasil riset membantu para pebisnis agar tidak jatuh dalam anggapan bahwa anak muda lebih berorientasi pada media digital dan orangtua dengan media tradisional. “Pola dari pergeseran perilaku kelompok yang didapat dari hasil riset sangat penting untuk menyusun pendekatan gabungan kampanye pemasaran,” tukasnya seperti dilansir dalam rilis. (D‑1)

Perilaku Digital
Bagaimana artikel ini menurut Anda?