Select Page

ray-4FAKTA memerlihatkan posisi Indonesia sangat strategis karena diapit dua benua, Asia dan Australia, serta dua samudra, Hindia dan Pasifik. Posisi itu membuat Indonesia memiliki kondisi alam yang unik dan indah.

Aktor kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah 1 Januari 1957 dan saat ini tengah menggarap film sejarah tentang pahlawan nasional Imam Bonjol itu yakin jika ruang-ruang destinasi di Nusantara digarap serius oleh pemerintah, sektor pariwisata bakal lebih maju lagi.

Destinasi wisata favorit Anda?
Desa Khatulistiwa. Lokasinya ada di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Wilayah itu menjadi salah satu titik pusat bumi lantaran berada di dua samudra (Samudra Hindia dan Samudra Pasifik) dan dua benua (Asia dan Australia). Tidak hanya itu. Di Desa Khatulistiwa, orang akan bisa melihat laut, jalan, dan persawahan dalam satu pemandangan. Tidak semua tempat ada pemandangan seperti itu.

Destinasi yang ingin dikunjungi?
Gunung yang berada di leher Pulau Sulawesi. Namanya Gunung Sidole. Gunung ini terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong dengan ketinggian sekitar 1803 mdpl. Jika berada di puncak gunung itu, kita akan bisa melihat lautan di bagian timur dan di bagian barat. Itu artinya kita bisa melihat keindahan ketika matahari terbenam dan saat matahari terbit. Fenomena itu juga akan mendekatkan manusia dengan Sang Pencipta. Selain itu, di wilayah tersebut tersimpan satwa endemik Sulawesi di antaranya anoa, burung alo, dan beragam serangga. Sayangnya, populasi mereka saat ini terus menurun akibat perburuan liar.

Saran untuk Kementerian Pariwisata?
Sesungguhnya, Indonesia memiliki banyak ruang destinasi wisata yang bagus karena posisinya di antara dua benua dan dua samudra. Selain bagus atau indah, ruang destinasi yang dimiliki Indonesia juga banyak yang unik. Nah, itu tugas dari pemerintah atau khususnya Kementerian Pariwisata untuk menggali dan mengekspose ruang-ruang destinasi yang kita miliki. Selain itu, model pembangunan lokasi destinasi wisata jangan meniru gaya Barat. Model-model bangunan lokal seperti dari Aceh, Sumatra Barat, dan banyak daerah lain di Indonesia bisa dipakai. Kebersihan dan keamanan juga perlu diperhatikan. (Hap/D-1)

Ray Sahetapy: Banyak Ruang Apik di Nusantara
Bagaimana artikel ini menurut Anda?