Select Page

Ini adalah wadah bagi siapa saja yang peduli kelestarian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

SAHABAT Bromo lahir dari keprihatinan melihat kondisi Bromo yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.  Kawasan eko wisata itu kini menjadi mass tourism.  Jumlah pengunjung tak pernah dibatasi, sampah bertebaran, setiap kendaraan bebas membuat jalur di padang pasir dan savana.

“Kondisi itu membuat kita yang berkecimpung langsung di kawasan Bromo khawatir. Apalagi banyak persoalan lain yang kurang terkoordinasi. Paguyuban-paguyuban yang ada pun tidak kompak. Kalau terus begini, Bromo bisa rusak. Dari situ muncul komunikasi yang berbuah gerakan-gerakan kecil, di antaranya pembersihan sampah,”  papar Ketua Sahabat Bromo Bagas Idyatmono.

Gerakan itu ternyata menjadi bola salju. Meluas tidak hanya imenggerakan individu industri pariwisata, tetapi juga asosiasi, paguyuban, instansi pemerintah, masyarakat Tengger, dan perorangan yang perduli Bromo. Bersih gunung menjadi kegiatan tetap, di antaranya dilaksanakan ketika berlangsung Jazz Bromo. Semua Sahabat Bromo termasuk para selebritas terjun melakukan bersih sampah.

DESTINASI INDONESIA

Mencari Solusi

Sahabat Bromo, tutur Bagas yang juga menjabat sebagai Managing Director Jiwa Jawa Resort, lahir sekitar tiga tahun lalu. Kini, kegiatanya  kian meluas, termasuk menjadi medium forum komunikasi untuk mencari solusi ketika muncul masalah.

Belakangan, anggota Sahabat Bromo terus merapatkan barisan. Komunikasi antar-anggota, kian gencar. Mereka membahas kasus-kasus yang muncul, mencari jalan ke luar, dan merumuskan berbagai solusi jangka panjang. Sahabat Bromo, ujar Bagas, menyambut gembira rencana dibentuknya badan otoritas oleh pemerintahan Jokowi. Melalui badan tersebut, mereka berharap koordinasi antar instansi dan kabupaten bisa terjembatani.

“Bromo terletak di empat kabupaten dan masuk dalam wilayah taman nasional. Pengelolaannya butuh koordinasi agar bisa menjaga kelestarian, kebersihan, dan juga memberikan fasilitas yang layak pada wisatawan. Selama ini koordinasi menjadi masalah besar. Kami berharap, Sahabat Bromo bisa terlibat aktif dan memberi masukan di badan otoritas,” katanya.

SAHABATBROMO-1

Tujuan

Pada dasarnya, Sahabat Bromo menurut Bagas memiliki empat tujuan utama. Satu transformasi dalam arti memerkenalkan dan memfasilitasi perubahan pola pikir masyarakat, pelaku wisata, dan pemerintah untuk menerapkan eco tourism.

Kedua bersama-sama menjaga dan merawat wilayah konservasi, ketiga memberi edukasi untuk meningkatkan kepekaan terhadap budaya dan lingkungan hidup dengan cara berbagi peran dalam aktivitas manajemen lokal. Terakhir transparansi, mendukung perekonomian lokal melalui suplai dan jasa  serta perekrutan tenaga kerja lokal.

Sahabat Bromo juga gencar menyosialisasikan pentingnya menerapkan pembatasan kunjungan, penertiban jalur kendaraan roda dua dan empat, dan merintis call center untuk menampung keluhan wisatawan. “Keluhan itu akan kita share ke semua stake holder  untuk dicarikan jalan keluar dan supaya tidak terulang lagi di masa mendatang. “Komunikasi kita semakin bagus, sehingga bisa segera diambil keputusan cepat, karena di dalamnya terdiri dari berbagai unsur swasta, pemerintah, serta masyarakat Tengger,” tukasnya. (D-1)

Sahabat Bromo
Bagaimana artikel ini menurut Anda?