Select Page

Indonesia adalah negeri agraris yang sangat cantik. Persawahan hijau tak hanya jadi sumber kehidupan. Namun, sawah-sawah cantik juga sangat memanjakan mata. Bahkan, di beberapa tempat jadi destinasi wisata dan sumber inspirasi.

Memang lahan persawahan makin berkurang di sejumlah tempat di Indonesia seiring kemajuan zaman. Banyak sawah telah disulap jadi kawasan perumahan. Kawasan industri juga banyak berkembang di bekas persawahan. Pada gilirannya, banyak petani kehilangan lahan dan profesi.

Untungnya, masih banyak daerah mempertahankan lahan persawahan. Bali, misalnya. Sistem Subak yang dikembangkan membuat Pulau Dewata tetap bertahan sebagai penghasil padi yang mumpuni.

Bukan itu saja, organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah di Bali ini juga berhasil menciptakan sistem kekerabatan yang sangat baik. Sawah bukan saja jadi sumber kehidupan, namun menjelma sebagai karya kemanusiaan yang sangat elok.

Lahan persawahan tertata indah bak permadani yang sangat menawan. Selain menghasilkan padi sebagai sumber pangan, sawah tampil sebagai destinasi wisata menakjubkan yang memanjakan mata.

Tak hanya Bali. Ternyata, Indonesia punya kawasan lain dengan panorama persawahan tak kalah menawan. Lingko di Manggarai Raya, Nusa Tenggara Timur, misalnya. Berikut beberapa persawahan cantik di Indonesia yang, bahkan, jadi destinasi favorit para wisatawan atau pun fotografer yang tak pernah bosan mengabadikannya.

Tegallalang, Gianyar

Desa wisata dengan panorama alam luar biasa indah ini terletak di Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Hamparan sawah terasering yang ada seperti sengaja ditata Tuhan untuk kesempurnaan keindahan Pulau Seribu Pura.

Berada di sebelah utara Ubud, Tegallalang juga menjadi sentra kerajinan selain tampil sebagai desa wisata dengan keindahan alam yang menakjubkan. Hampir seluruh kerajinan di Bali ada di kawasan ini.

Tingginya pengunjung membuat kawasan ini bertabur restauran dan café-café. Bayangkan betapa nikmatnya menyantap makanan sembari menyaksikan lukisan alam yang luar biasa indah.

Persawahan terasering berundak-undak yang hijau dan segar dengan udara yang luar biasa sejuk. Kemewahan apa lagi yang melebihi ini?

sawah-sawah cantik - sawah jatiluwih

Jatiluwih, Tabanan

Bali memang memiliki spot-spot persawahan dengan model teras-teras yang menawan di beberapa tempat. Subak dengan pengelolaan air yang sangat rapi membuat keberlangsungan sawah terjaga baik. Tak ada sawah yang tak kebagian air dengan pengelolaan pengairan yang sudah diakui dunia ini.

Selain wisata alam sawah menawan di Tegallalang, destinasi persawahan favorit lainnya adalah Jatiluwih. Terletak di Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, persawahan hijau menawan ini terhampar tak kurang dari 600 hektar.

Dibanding Tegallalang yang terletak tak jauh dari berbagai destinasi wisata popular seperti Bedugul, Ubud, dan Kintamani, memang butuh perjuangan lebih mencapai Jatiluwih. Namun, begitu mata menatap kehijauan permadani alam ini, segala lelah perjalanan terbayar lunas.

Zamrud Khatulistiwa, itu julukan para traveler dan fotografer untuk keindahan Jatiluwih. Akan lebih nikmat menatap keindahan Jatiluwih di pagi hari. Udara yang sejuk dan hijaunya persawahan membuat segala kepenatan sontak menguap.

sawah-sawah cantik - pupuan

Pupuan, Tabanan

Masih berada di Tabanan, persawahan terasering Pupuan tak kalah cantik dari Jatiluwih. Sawah yang membentang di sepanjang jalan Singaraja menuju Denpasar arah Seririt, Buleleng, ini memuaskan para pengguna jalan yang memandangnya.

Menyusur jalan dengan sisi kiri dan kanan bertabur sawah menghijau seperti menembus cakrawala. Apalagi, jika perjalanan dilakukan di pagi hari dengan embun cerah menempel di kaca-kaca mobil. Keindahan yang sungguh sempurna.

Busungbiu, Buleleng

Kawasan Tabanan masih memiliki hamparan sawah di Antosati. Berlokasi dekat Pantai Soka, Selemadeg, hamparan sawah di sini sangat menakjubkan. Begitu pun dengan area sawah di Busungbiu. Jika berkendara dari Seririt menuju Denpasar pasti melewati area sawah cantik ini.

Berada di Kecamatan Buleleng, area persawahan Busungbiu bisa dilihat dari ketinggian. Pematang berundak-undak dan berkelok-kelok menjadi pemandangan yang eksotis dari kejauhan. Apalagi ditambah lambaian pohon nyiur yang ditanam di antara kotak-kotak sawah yang memukau mata. Daun-daun nyiur seperti melambai-lambai untuk datang mendekat.

sawah-sawah cantik - lingko cancar

Lingko Cancar, Manggarai

Paling tidak ada tiga Lingko kondang di kawasan Manggarai Raya, yakni Lingko Cancar, Lingko Ratung, dan Lingko Wae Mata. Tak beda dengan Subak di Bali, Lingko adalah sistem penggarapan sawah secara komunal yang dikembangkan di Nusa Tenggara Timur.

So, NTT tak hanya punya aset wisata dunia seperti Pulau Komodo, Labuhan Bajo, dan destinasi rumah adat Wae Rebo. Namun, NTT juga memiliki area persawahan Lingko Lodok (persawahan jaring laba-laba). Mengapa disebut jaring laba-laba?  Penataan persawahan ini memang unik seperti jari laba-laba.

Persawahan Cancar di Desa Meler, Ruteng, adalah area persawahan paling menawan. Para wisatawan yang hendak berlibur ke Labuhan Bajo atau melintasi Manggarai dari Maumere, Flores bagian timur, pasti tak bisa menahan diri untuk menjadi saksi keindahan Lingko Lodok Cancar.

Keindahan Lingko Lodok Cancar makin sempurna saat disaksikan dari Golo Weol (Puncak Weol). Pemandu akan siap mengantar para turis atau traveler yang ingin menatap indahnya lodok (persawahan laba-laba) dari Golo Weol.

Lingko Ratung, Ruteng

Meski tak sebesar Lingko Cancar, Lingko Ratung yang merupakan lahan persawahan milik masyarakat Kampung Carep, wilayah terluar Kota Ruteng, tak kalah indah. Kendati sudah masuk wilayah kota, areal persawahan ini tak terkikis kemajuan zaman. Bahkan cara pengolahannya masih mempertahankan cara tradisional, yaitu dibajak dengan kerbau.

Dari puncak Golo Cador kita bisa merasakan kesejukan areal persawahan berbentuk terasering ini. Panorama alam yang disuguhkan bak lukisan raksasa yang mengurai kepenatan.  Apalagi, saat menyaksikan aliran sungai dari pusat koordinat menuju empat penjuru yang seterusnya menyebar ke petak-petak sawah.

Lingko Wae Mata

Lingko Wae Mata benar-benar wisata alam memanjakan mata. Terletak di Manggarai Barat, areal persawahan ini sangat menawan disaksikan dari Golo Wesa. Tak hanya kawasan persawahan dengan pemandangan menakjubkan, Lingko Wae Mata juga jadi pusat kebudayaan masyarakat adat Tado.

Tak beda Lingko Cancar dan Lingko Ratung, persawahan di Lingko Wae Wata juga menawarkan keindahan pembagian tanah sawah khas Manggarai Raya dengan bentuk jaring laba-laba. Posisinya yang berada di pinggir jalan Trans Flores, Kampung Dahot, Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, kawasan ini relatif mudah ditemukan.

Diapit gugusan perbukitan membuat areal persawahan ini semakin menebar pesona. Hanya butuh waktu satu jam berkendara dari Labuhan Bajo menuju areal persawahan ajaib ini. Sensasi akan bertambah saat menyaksikannya dari puncak Golo Wesa dengan terlebih dahulu melakukan trekking dalam cuaca bersahabat dan udara yang sejuk.

Nah, tunggu apalagi? Begitu banyak areal persawahan yang memanjakan mata di Indonesia. Tak hanya memanjakan, namun juga berpotensi sebagai sumber inspirasi. (Divdit)

Sawah-sawah Cantik yang Memanjakan Mata
1.5 (30%) 2 votes


Also published on Medium.