Select Page

Tidak di sembarang tempat menu kuliner satu ini bisa ditemukan. Sayur mangut, terutama mangut kepala ikan (ndas) manyung, banyak dijumpai di jalur Pantura.

Siapa pun yang pernah mencicipi sayur berkuah santan super pedas ini pasti sering merindukannya. Namun, tidak segampang itu menemukan menu kuliner khas jalur Pantai Utara (Pantura) ini. Terutama ndas manyung. Bahkan, ndas manyung tidak bisa ditemukan di semua daerah di jalur Pantura.

Mangut Ndas (kepala) Ikan Manyung banyak ditemukan di Kabupaten Pati, Kecamatan Juwana. Pada ruas jalan antara Juwana hingga Batangan, bisa ditemukan beberapa warung yang khusus menyediakan menu yang sangat melelehkan lidah ini. Jadi, jangan lewatkan untuk mampir di warung yang menyediakan menu khas ini jika melintasi kawasan tersebut.

“Saya sering khusus terbang ke Semarang hanya untuk makan Mangut Ndas Manyung. Begitu kerinduan saya menikmati pedasnya ndas manyung terpuaskan, saya balik ke Jakarta,” ungkap seorang penggemar berat kepala ikan manyung asap yang dimasak mangut.

Tentu, tak lupa beberapa porsi Mangut Ndas Manyung dibawa serta ke Ibukota. Dalam bungkusan aluminium foil yang dikemas rapat, sayur dengan cita rasa dan aroma menyengat itu pun aman dari pantauan.

Ya, jika tidak mau terlalu jauh ke Pati, Anda bisa berburu Mangut Ndas Manyung di Ibukota Jawa Tengah, Semarang. Ada sebuah warung Mangut Ndas Manyung yang sangat legendaris. Banyak orang rela berpanas-panas, saat antre atau pun setelah ‘dipaksa’ bertempur dengan pedasnya sayur berkuah santan dan bertabur cabe rawit setan tersebut.

Mangut Ndas Manyung Bu Fat, itulah warung kuliner kepala ikan manyung legendaris yang selalu memaksa penggemarnya untuk kembali lagi. Kendati orang harus rela banjir keringat saat mengeksekusi kepala ikan yang dalam bahasa menterengnya disebut ikan jambal roti ini.

Selain warung Ndas Manyung Bu Fat di kawasan Ariloka, Krobokan, Semarang Barat, yang didirikan sejak 1969, para maniak sayur bercita rasa khas ini juga bisa menemukan menu sama di beberapa warung lainnya. Bahkan, Bu Fat sudah membuka cabang di beberapa tempat di Kota Wingko dan Lumpia tersebut.

Atau, jika ingin merasakan sensasi memasak mangut, bahan ndas manyung bisa didapatkan di pasar-pasar tradisional di Semarang. Namun, tentu saja tidak mudah dan untung-untungan karena jumlahnya tidak banyak. Usahakan juga untuk mendapatkan ndas manyung yang sudah diasap. Unsur pengasapan inilah yang membuat cita rasa mangut begitu unik, nikmat, gurih, dan beda.

Selain cita rasa ikan asap yang lain daripada yang lain, penikmat menu khas ini mendapatkan sensasi tersendiri saat membongkar tulang-tulang untuk menemukan daging gurih yang terselip di sela-selanya. Atau, sensasi rasa gurih, pedas, dan sedap saat menghirup kuah di sela tulang-tulang muda ndas manyung.

Mangut Ikan Pe (Pari)

Mangut Ikan Pe (arenawanita.com)

Mangut Ikan Pe (arenawanita.com)

Sebelum Mangut Ndas Manyung tampil sebagai primadona, sayur bersantan dengan bumbu rempah-rempah yang komplit ini lazimnya menggunakan bahan ikan pe atau ikan pari. Beberapa orang lebih menggemari mangut jenis satu ini karena tidak perlu repot-repot ‘berburu’ daging di sela-sela tulang seperti pada ndas manyung.

Mangut iwak (ikan) pe biasanya disajikan dalam potongan-potongan daging dengan tulang-tulang rawan di ujungnya. Mengunyah tulang-tulang rawan ikan pe ini juga menjadi sensasi tersendiri karena rasanya yang kriuk dalam lumuran kuah mangut yang gurih pedas.

Mangut Belut

mangut belut godean (jajanjogja.com)

mangut belut godean (jajanjogja.com)

Menu mangut lainnya yang tak kalah maknyus dan ngangeni adalah Mangut Belut atau Mangut Welut. Warung legendaris untuk menu satu ini ada di Godean, Yogyakarta. Tepatnya, di seberang selatan Pasar Godean.

Adalah Warung Sego Welut Mbak Surani yang siap memanjakan kerinduan akan cita rasa mangut belut asap yang luar biasa. Menikmati sego welut secara lesehan di atas tikar ditemani segelas teh hangat, sungguh nikmat. Gurih santan, pedas cabe, ditambah sedapnya daging belut menjadi paduan rasa yang sulit digambarkan.

Warung mangut belut legendaris lainnya ada di Semarang, yakni Warung Belut Hj. Nasima di kawasan Menoreh, Sampangan. Belut di warung ini digoreng garing sebelum dimangut. Warung ini menyajikan menu lainnya seperti mangut pe, keong bumbu pedas, garang asem dan lain sebagainya.

Mangut Lele

Mangut Lele (www.kenali.id)

Mangut Lele (www.kenali.id)

Susahnya mendapatkan bahan seperti ndas manyung, iwak pe, dan welut menumbuhkan inovasi-inovasi. Ikan lele pun terasa nikmat saat dimangut. Mau bukti? Banyak warung menyediakan menu tersebut. Namun, yang tetap juara dan terus diburu adalah para pionir. Sebut saja warung mangut lele Mbah Marto di Sewon, Bantul. Ada lagi tak kalah kondang, warung mangut lele Mbah Temu di Dusun Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Warung unik secara penyajian maupun pengolahan inilah yang justru selalu menerbitkan kerinduan para pelanggan. Mereka rela antre di dapur penuh jelaga (karena pengolahan masih dengan kayu bakar) untuk merasakan sensasi mangut lele yang khas.

Selain menu andalan mangut lele, pelanggan bisa mencicipi menu lainnya yang dideretkan begitu saja di atas balai-balai bambu (ambin) di dapur. Gudeg, sambal goreng krecek, garang asem, tumis daun pepaya, dan menu-menu rumahan lainnya. Pelanggan bisa menikmati menu-menu tersebut di ruang tamu atau teras yang telah disulap menjadi tempat makan.

Ingin suasana lain menikmati mangut lele? Rumah Makan Mangut Lele Bu Is di Imogiri bisa dimasukkan dalam daftar untuk disambangi. Atau, bisa juga mengunjungi Warung Makan Cowek Munthu di Dusun Kadisono, Margorejo, Tempel, Sleman. Berbagai menu iwak kali (ikan sungai) bisa dijumpai di warung makan ini seperti iwak kutuk (gabus), gurami, mujair, nila, dan belut.

Mangut Ikan Beong

Bergeser ke arah Magelang, ada warung makan Pak Wakidi di Dusun Krajan, Bligo, Ngluwar, Magelang. Berada di jalan penghubung antara Magelang dan Yogyakarta, warung makan ini cocok sebagai persinggahan. Menu-menu yang ditawarkan pun cukup lain daripada yang lain. Catat saja, iwak trunul dan talang-talang yang langka. Satu lagi, ikan beong yang hanya ada di Sungai Progo.

Ikan beong yang sepintas mirip ikan lele memiliki penggemar fanatik dan menjadi ikon kuliner di Kabupaten Magelang. Warung Mangut Beong di Desa Kembanglimus, Borobudur, Magelang adalah warung yang khusus menyediakan menu satu ini. Dagingnya yang gurih dan lebih tebal dari lele serta duri yang lebih sedikit membuat ikan ini lebih digemari.

Nah, berbagai olahan mangut ikan lengkap tersaji. Menu mana yang dipilih, tentu kembali kepada selera. Lebih dari itu, cara pengolahan, uniknya penyajian berikut kisah yang melatarbelakangi hadirnya warung menerbitkan sensasi tersendiri yang tak lekang oleh waktu. (Divdit)

Serba Mangut yang Melelehkan Lidah
3 (60%) 2 votes