Select Page

“Rasanya saat di Mandeh ingin sekali menghentikan waktu.”

Berlibur bagi Nonie Bates, 40, sudah seperti ‘panggilan’ untuk keluar dari rutinitas sehari-hari. Belum lama ini, bersama kedua putrinya Aisha Mahari Bates, 13 dan Jena Noelani Bates, 11, mereka menjelajahi Sumatra Barat.

Sebelumnya, mereka pernah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia, antara lain Pulau Natuna, Bali, Makassar, Surabaya, Semarang, Pemalang, Cirebon, Bandung, dan Medan. Sejak bayi, tutur Nonie, kedua buah hatinya sudah diajak menjelajahi berbagai daerah dan alam. “Ketika itu saya tinggal di Selandia Baru saya  sudah ajak traveling ke beberapa negara,” papar Nonie berprofesi sebagai konsultan public relation & digital strategist.

Kebiasaan itu terus terbawa ketika Nonie kembali ke Tanah Air. Hanya saja, saat anak-anak sudah masuk sekolah, tidak lagi bisa liburan sesering dulu. Itu sebabnya, liburan semester lalu digunakan Nonie untuk memenuhi sebagian keinginannya untuk mendatangi tempat-tempat di Indonesia. Kali ini Sumatra Barat  jadi pilihan. Kesepakatannya, no gadget, kecuali untuk foto.

Jelajah Pantai Mandeh

Jelajah Pantai Mandeh

Setiba di Padang, perjalanan dilanjutkan ke Bukittinggi. Sekitar pukul 8 pagi sampailah di ‘Kota Jam Gadang’, beristirahat sebentar, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan dengan waktu tempuh sekitar 4 jam perjalanan darat. Dari salah satu pantai, Nonie menyewa perahu seharga Rp800 ribu untuk menyambangi Pulau Mandeh dan pulau-pulau lain di sekitarnya.

Mencapai pulau kedua membutuhkan waktu sekitar 20 menit, melewati hutan bakau. “Di situ kami naik bukit setinggi 18 meter. Tetapi baru di ketinggian 12 meter sudah merasa lelah. Lalu saya punya ide melompat ke laut dari atas bukit. Ketika itu dilaksanakan, sensasinya luar biasa. Saya benar-benar mendapat sensasi liburan berbeda. Tapi anak-anak tidak saya izinkan,” cerita Nonie sembari terbahak.

Waktu berlalu tanpa terasa. Pukul 5 sore mereka harus meninggalkan Kawasan mandeh. Bagi Nonie, lupa waktu menjadi salah satu indikator nikmatnya liburan. “Kami tiba kembali di hotel pukul sembilan malam. Rasanya saat di Mandeh ingin sekali menghentikan waktu.”

Jelajah Pantai Mandeh

Goa Jepang

Hari kedua Nonie dan kedua anaknya menjelajahi kecantikan Bukittinggi dan sekitarnya. Mereka menelusuri Goa Jepang, Lembah Anai, dan Danau Singkarak. Pukul 10 pagi perjalanan hari kedua dimulai. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Lembah Anai. Selanjutnya menuju Danau Singkarak.

Jelajah Pantai Mandeh

Pada hari ketiga atau terakhir, Nonie dan kedua putrinya bersiap check out. Sebelum ke bandara mereka sempat menikmati sunset di salah satu pantai. “Anak-anak merasa waktu liburan terlalu singkat. Berikutnya, kami berencana ke Maluku. Sudah lama saya merasa jatuh hati dengan keindahan Laut Banda.”

Serunya Jelajah Pantai Mandeh
4 (80%) 1 vote


Also published on Medium.