Select Page

sumber: dok destinasi indonesia

 

INDAHNYA pantai-pantai dan panorama bawah bawah laut di Tanah Air sudah tak perlu diragukan. Salah satunya ada di kawasan Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Warga dan pemerintah pulau yang berbatasan langsung dengan wilayah Ausralia itu memang punya  kebanggaan tersendiri akan kawasan pantainya, yakni pantai Nambrela. Para peselancar dunia dan pecinta surving sangat gemar menikmati sensasi ombak Rote. Pasalnya, gulungan ombak di kawasan ini begitu menggigiurkan.

Pantai Nambrela ini terletak di ujung barat Pulau Rote yang dapat ditempuh kurang lebih sekitar 3 jam dari Kota Ba’a atau bandara DC Saundale. Sepanjang perjalanan menuju pantai ini Anda akan disuguhkan oleh hamparan savana sebagai padang gembala kuda dan hutan lontar atau pohon siwalan yang berpadu indah dengan latar belakang birunya lautan.

Di sepanjang perjalanan, Anda juga akan banyak menemukan rumah sederhana beratapkan pohon lontar dan berdinding kayu lontar yang dibangun di antara rimbunan pohon lontar.

Tidak jauh dari Nambrela, masih di kawasan Pulau Rote, ada juga pantai Oeseli yang unik lantaran lebih menyerupai danau ketimbang pantai. Hal ini diakibatkan oleh air laut yang terjebak oleh cekungan daratan, sehingga membentuk laut yang tenang dan tidak terpengaruh oleh gelombang ombak samudera luas yang membentang antara Pulau Rote dan daratan Australia.

Pantai Oeseli mempunyai pasir yang halus dengan ditumbuhi beberapa pohon mangrove tua yang berbatang kayu besar sehingga menambah eksotisme pantai ini. Selain itu, tidak jauh dari pantai, rumah-rumah masyarakat yang terbuat dari daun dan pelepah lontar menambah indahnya perpaduan landscape alam dan budaya yang tidak bisa dipisahkan.  Jika kita mengunjungi Oeseli saat pagi hari aktivitas masyarakat yang sedang mengambil dan menjemur rumput laut akan menambah hidup Pantai Oeseli.

Mulut Seribu

Keindahan Pulau Rote tidak hanya dapat dilihat dari pemandangan ujung baratnya, akan tetapi ujung timur daratan ini menyimpan potongan surga lainnya. Salah satu contohnya adalah  Mulut Seribu, yang boleh dikatakan sebagai Raja Ampatnya Pulau Rote.

Julukan Raja ampatnya Rote tersebut sangat beralasan karena Mulut Seribu mempunyai batuan-batuan kars yang membentuk pulau-pulau kecil di antara hamparan lautan seperti halnya di Pianemo Raja Ampat.

Menyusuri Mulut Seribu harus menggunakan kapal kecil untuk memasuki celah-celah batuan raksasa sehingga bisa menemukan keindahan alam di Mulut Seribu. Selain itu, mengeksplorasi Mulut Seribu harus didamping oleh orang lokal, karena sesuai dengan namanya, mulut seribu mempunyi pintu yang banyak sehingga membingungkan. Jika bukan masyarakat lokal sekitar yang menjadi nahkoda kapal, bisa jadi kapal terjebak dan hanya akan mutar-mutar di mulut seribu, karena tersesat dan tidak menemukan jalan keluar.

Maskot Pulau Rote tentu tidak terbatas hanya Pantai Nambrela, Oeseli atau Mulut seribu saja. Namun, Pulau Rote mempunyai keunikan alam lainnya, seperi laut mati yang merupakan versi Danau Kakaban di Pulau Rote yang mempunyai ubur-ubur yang tidak menyengat. Lalu, ada Batu Termanu yang unik dan mempunyai panorama cantik.

Selain itu, di wilayah selatan Pulau Rote terdapat juga Pulau Dhana, tempat sempurna untuk memandang matahari tenggelam atau ketika terbit dalam batas pandangan air laut.