Select Page

Tempat liburan keluarga di Jakarta kembali dipenuhi pengunjung bertepatan dengan waktu liburan sekolah anak-anak. Itu artinya, saat yang tepat bagi Teman Pejalan untuk liburan bersama buah hati. Menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta tak harus selalu traveling ke luar kota, ada beberapa tempat liburan keluarga di Jakarta.  Jalan-jalan di sekitar Jakarta pun bisa sangat menyenangkan apalagi bagi anak-anak.

Jangan khawatir kamu akan kehabisan ide liburan di Ibu Kota, karena di Jakarta memiliki banyak tempat rekreasi untuk dinikmati bersama anggota keluarga. Bertepatan dengan libur sekolah kali ini, Blibur akan mengulas tempat liburan keluarga di Jakarta.

1. Taman Impian Jaya Ancol

Tempat liburan ini sepertinya masih menjadi primadona bagi warga Jakarta dalam menghabiskan waktu bersama keluarga. Tak heran memang jika melihat wahanan yang ditawarkan Ancol terbilang sangat lengkap.

Teman Pejalan dapat menemukan permainan-permainan seru di Dunia Fantasi.  Tempat wisata seluas 552 hektar itu memang menyediakan berbagai macam hiburan untuk keluarga.

Pantai dan Taman

Taman dan pantai merupakan wahana hiburan yang menawarkan kesegaran suasana pantai bagi semua kalangan dan usia. Pantai dan Taman memiliki 5 pantai (Pantai Festival, Indah, Elok, Ria dan Carnival Beach Club) dan Danau Impian, sepanjang kurang lebih 5 km, dengan promenade sepanjang 4 km.

Dunia Fantasi ( Dufan )

Dunia Fantasi yang dibuka untuk umum pada 29 Agustus 1986, dan popular dengan sebutan Dufan, merupakan theme park pertama yang dikembangkan oleh Ancol. Dufan merupakan pusat hiburan outdoor terbesar di Indonesia yang memanjakan pengunjung dengan Fantasi Keliling Dunia, melalui berbagai content wahana permainan berteknologi tinggi, yang terbagi dalam 8 kawasan, yaitu: Indonesia, Jakarta, Asia, Eropa, Amerika, Yunani, Hikayat dan Balada Kera.

Perseroan juga menjadikan Dufan sebagai salah satu pusat edutainment yang ada di Ancol yakni dengan dibukanya Fisika Dunia Fantasi (Fidufa) dan Pentas Prestasi.

Atlantis Water Adventure ( Atlantis )

Atlantis Water Adventure (AWA) merupakan theme park kedua yang dikembangkan oleh Ancol dan berdiri diatas lahan seluas 5 hektare. AWA merupakan hasil revitalisasi Taman Rekreasi Air Gelanggang Renang Ancol yang akan memberi pengunjung petualangan wisata air dengan 8 kolam utama, yaitu: Poseidon, Antila, Plaza Atlas, Aquarius, Octopus, Atlantean, dan Kiddy Pool.

Gelanggang Samudra ( Samudra )

Gelanggang Samudra Ancol (“Samudra”) merupakan theme park ketiga yang dikembangkan oleh Ancol. Samudra merupakan edutainment theme park bernuansa konservasi alam yang memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat dan menyayangi aneka satwa, antara lain lumba-lumba, paus putih, anjing laut, dan sinema 4D.

Di Sinema 4D atau pertunjukan 4 dimensi, Anda harus mengantri untuk masuk ke dalam bangunan teater ini. Di dalam, petugas akan membagikan kacamata 3 dimensi. Setelah menunggu beberapa lama di depan pintu, penonton akan masuk ke dalam teater.

Film yang disajikan berdurasi kurang lebih 15 menit. Dengan memakai kacamata 3 dimensi, Anda akan merasakan gambar ada di depan Anda dan seolah dapat disentuh, ditambah dengan kursi yang dapat bergoyang-goyang dan semburan air atau angin pada adegan tertentu sehingga Anda dapat mesakana suasana sesungguhnya.

Ada 5 pilihan jadwal pada hari Senin sampai Sabtu dan 2 kali ekstra pertunjukan pada hari Minggu dan hari Libur. Tapi, Anda hanya dapat menontonnya satu kali karena untuk masuk ke dalam wahana ini harus menggunakan tiket yang terdapat pada tiket masuk.

Sea World

Setelah sempat ditutup beberapa waktu lalu, wahan Sea World kembali dapat dinikmati oleh warga Jakarta. Sea World adalah underwater aquarium pertama dan satu-satunya di Indonesia, dengan area seluas 2 Ha (dikelola dengan format BOT).

Putri Duyung Cottages

Penginapan tepi pantai bergaya unik berbentuk cottages dengan 133 kamar ini memiliki berbagai fasilitas khusus, seperti : ruang serba guna, ruang rapat dan lokasi pesta pantai. Putri Duyung juga menawarkan fasilitas olahraga, seperti kolam renang, tenis meja, sepeda, lapangan tenis, serta lapanan voli pantai.

Arsitektur artistik Putri Duyung Ancol kental dengan perpaduan gaya posmo dan romantisme Indonesia Timur, ditata selaras dengan lingkungan pantai untuk menciptakan suasana yang berselera dan eksotik.

Kereta Gantung ( Gondola )

Gondola (sky lift) merupakan kereta gantung yang menghubungkan tempat wisata satu dengan yang lainnya di kawasan Ancol yang terbentang sepanjang kurang lebih 2,4 km dari Pantai Festival hingga area parker AWA. Gondola Ancol memiliki 37 unit gondola dengan kapasitas enam orang per gondola dan tiga stasiun pemberhentian. Dengan ketinggian 21 meter di atas permukaan laut, perjalanan dengan Gondola memakan waktu 20 menit.

Tempat rekreasi terpadu Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara memang memiliki sejuta pesona wisata. Berbagai wahana permainan dapat dijumpai di sana. pemandangan-pemandangan menarik juga dapat disaksikan di tempat tersebut.

Sayangnya lokasinya terlampau luas sehingga melelahkan jika dijelajahi sambil berjalan kaki. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola taman rekreasi menyediakan gondola atau kereta gantung. Jadi pengunjung dapat mengamati seluruh area tanpa merasa lelah.

Gondola di Taman Impian Jaya Ancol akan membawa pengunjung menjelajahi keindahan taman rekreasi dari ketinggian 21 meter di atas permukaan tanah. Perjalanan dengan kereta gantung berlangsung selama kurang lebih 20 menit dengan kecepatan 7,2 kilometer per jam. Ruang kabin kereta gantung juga cukup luas dengan daya tampung enam orang dewasa. Jadi penumpang dapat menikmati pemandangan dengan lebih leluasa tanpa harus berdesak-desakan.

Selain kereta gantung, gondola juga memiliki banyak istilah lain seperti cable car, aerial tramway (atau aerial tram), juga ropeway (di Jepang). Mulanya alat yang ditemukan Adam Wiebe tahun 1644 itu digunakan untuk mempermudah proses pertambangan. Penggunaan cable car sebagai angkutan penumpang baru dilakukan tahun 1893 di Gibraltar. Pemanfaatan aerial trem sebagai transportasi wisata mulai populer sejak digunakan di Pengunungan Alpen, Swiss pada tahun 1907.

2. Kawasan Kota Tua

Kawasan Kota Tua Jakarta, yang dahulunya sempat tidak tidak terawat selama berpuluh-puluh tahun ini, telah direncanakan untuk dipugar dan dipercantik oleh pemerintah kota Jakarta sejak 1970-an, saat Ali Sadikin masih menjadi Gubernur Jakarta. Namun upaya revitalisasi ini baru mulai terlihat hasilnya pada kurun tahun 2000-an.

Salah satu kebijakan yang dikeluarkan saat itu adalah menutup beberapa jalan di sekitaran Taman Fatahillah sebagai area pedestrian, sehingga mendorong timbulnya aktivitas publik. Dari sana, muncul komunitas-komunitas peduli sejarah yang berfokus kepada Kota Tua, seperti Komunitas Jelajah Budaya yang seringkali mengadakan acara jalan-jalan sekaligus mengkaji sejarah kawasan tersebut.

Pada akhirnya proyek revitalisasi telah sukses menghidupkan kembali sang Oud Batavia, kini berbagai macam kalangan selalu membanjiri Kota Tua Jakarta pada saat akhir pekan

3. Museum-Museum

Museum di Jakarta tercatat mencapai 55 museum. Museum-museum di Jakarta pada umumnya tersebar di Kawasan Kota Tua Jakarta, Jakarta Pusat sekitar Monumen Nasional, dan Taman Mini Indonesia Indah. Namun masih banyak museum-museum lain di wilayah Jakarta yang patut dikunjungi.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn.

Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

 Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan wisata edukatif yang ada di depan persis stasiun kota, tepatnya di Jl Pintu Besar, Jakarta Barat. Museum ini punya tempat yang nyaman, selain ada AC serta interior yang cantik, museum ini juga menyediakan informasi sistem keuangan yang ada di Negara Indonesia sejak masa Hindia Belanda. Museum ini ngasih gambaran peranan Bank Indonesia di tanah air. Banyak banget wisatawan lokal dan luar negeri yang dateng kesini. Selain informatif juga bersih, jadi dijamin kamu yang dateng bakal betah melihat saksi sejarah dari perjalanan Bank Indonesia.

Museum Wayang

Museum Wayang punya peninggalan wayang yang beragam dari zaman ke zaman. Dulunya museum wayang merupakan sebuah gereja tua yang di dirikan oleh VOC. Di museum ini, kamu bisa lihat banyak wayang yang terbuat dari bahan kulit dan juga kayu. Jumlah wayang yang tersimpan totalnya ada sekitar 4000 buah. Di antaranya ada wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang topeng, wayang janur dan masih banyak lagi.

4. Kepulauan Seribu

Pulau Seribu atau Kepulauan Seribu merupakan sebuah kabupaten yang masih masuk dalam wilayah provinsi Jakarta. Letaknya di sebelah utara Jakarta kurang lebih berjarak 45 km dari Jakarta. Di Kepulauan Seribu ini terdapat ribuan pulau yang tersebar sehingga dinamakan Pulau Seribu atau Kepulauan Seribu. Walau memiliki banyak pulau, di Kepulauan Seribu ada beberapa pulau yang menjadi favorit para wisatawan untuk dikunjungi.

Tercatat ada 5 pulau favorit wisatawan yang sering mereka kunjungi. Suasana dan pesona alam di kelima pulau tersebut memang sangat mempesona. Jadi tak heran jika siapa saja yang berkunjung di Kepulauan Seribu akan bertah berlama-lama di sana.

Kelima pulau yang ada di Kepulauan Seribu yang menjadi favorit para wisatawan antara lain.

Pulau Tidung

Pulau Tidung ini merupakan pulau yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dan menjadi pulau nomor satu yang menjadi favorit wisatawan. Pulau Tidung ini masih dibagi lagi menjadi Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Salah satu pesona wisata yang ada di Pulau Tidung yaitu adanya satu jembatan yang diberi nama Jembatan Cinta. Jembatan Cinta ini terletak di tengah laut dan menjadi penghubung antara Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil dengan panjang mencapai 800 meter. Tapi dari kedua pulau Tidung tersebut yang ramai dikunjungi wisatawan biasanya di Tidung Besar.

Kegiatan yang bisa anda lakukan saat berada di Pulau Tidung ini seperti snorkeling, atau bisa juga anda menyelam lebih dalam menikmati pemandangan bawah laut yang begitu indah. Selain snorkeling dan diving anda juga bisa menyusuri pantai dengan jalan kaki ataupun menyewa sepeda.

Pulau Semak Daun

Pulau yang menjadi favorit kedua wisatawan saat mengunjungi Kepulauan Seribu adalah Pulau Semak Daun. Sebenarnya Pulau Semak Daun ini lokasinya tersembunyi, sehingga wajar kalau di pulau ini masih sepi. Jika anda sempat mengunjungi Pulau Semak Daun ini maka anda hanya bisa menikmati pemandangan pantai yang luas disertai hamparan pasir putih pantai dan pepohonan yang menghiasi pulau ini.

Di pulau ini belum ada penduduknya, sehingga jika anda berniat ke Pulau Semak Daun anda harus membawa tenda untuk menginap karena di sini tidak ada penginapan satupun. Dan satu lagi, sebaiknya anda datang ke pulau ini secara beramai-ramai agar suasana tidak menjadi sepi, berdua saja tidak akan cukup.

Pulau Bira

Pulau Bira menjadi pilihan ketiga para wisatawan saat berkunjung ke Kepulauan Seribu. Pulau ini suasananya hampir sama dengan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. Hamparan pasir putih pantai siap menyambut kedatangan anda di pulau ini. Kegiatan yang bisa anda lakukan bisa berenang di pinggir pantai yang tidak begitu dalam, menikmati keindahan ekosistem bawah laut dengan menyelam, atau anda bisa memanfaatkan permainan watersport yang sudah disediakan di Pulau Bira ini.

Pulau Pari

Pulau ke-4 yang menjadi favorit wisatawan yaitu Pulau Pari. Suasana di pulau ini memang lain daripada pulau lainnya karena di sini terdapat kumpulan tanaman bakau yang tumbuh di tepi pantai. Kegiatan yang bisa anda lakukan di Pulau Pari ini seperti berjalan menyusuri pinggiran pantai atau bisa juga menyewa sepeda, duduk-duduk di pinggir pantai bersama pasangan atau keluarga, dan yang lebih asik lagi dengan paket wisata pulau pari di pulau ini anda bisa menyaksikan indahnya matahari terbenam, sehingga disarankan jika anda ingin berkunjung ke Pulau Pari sebaiknya saat sore hari.

Pulau Bidadari

Pulau Bidadari adalah sebuah resort wisata di pulau seribu yang paling dekat yang berjarak sekitar hanya 15km dari Jakarta, dapat ditempuh 30 menit menggunakan speedboat dari Marina Ancol. Memiliki cottage darat dan terapung yang berada diantara pepohonan dan deburan ombak tepi pantai, view nelayan sekitar pulau bidadari memberikan nuansa nyaman, asri, dan menyatu dengan alam.

Berbagai fasilitas hiburan dan kegiatan pantai ditawarkan disini, mulai dari olahraga air, kegiatan outbound dan atraksi ikan lumba-lumba, dan masih banyak lagi. Di Pulau Bidadari juga terdapat Benteng Martello peninggalan Belanda dari abad ke 17, lokasi ini menjadi lokasi hunting photo favorit.

Untuk melengkapi kunjungan Anda di pulau bidadari dapat juga mengunjungi pulau-pulau yang berdekatan, seperti Pulau Onrust, Kahyangan dan Pulau Kelor. Dapatkan segera paket promo tour Pulau Bidadari kami, dan  jadikan wisata Pulau seribu anda menjadi sebuah wisata impian.

Sebuah pulau untuk kalangan menengah di Kepulauan Seribu yang dapat ditempuh dalam waktu 20 menit dari Marina. Pulau Bidadari memiliki 49 cottages yang terdiri dari 23 unit tipe deluxe, 20 unit tipe family, 3 unit tipe family suite, dan 3 unit tipe suite serta memiliki sarana olahraga, 2 aula serba guna, restoran, bar dan toko cinderamata. Sebuah atraksi unik, yakni wahana berenang bersama dengan lumba-lumba (swimming with the dolphin), bisa dinikmati di Pulau Bidadari.

5. Taman Mini Indonesia Indah

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah.

Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat.

Anjungan ini juga menampilkan baju dan pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan. Semuanya ini dimaksudkan untuk memberi informasi lengkap mengenai cara hidup tradisional berbagai suku bangsa di Indonesia.

Setiap anjungan provinsi juga dilengkapi panggung, amfiteater atau auditorium untuk menampilkan berbagai tarian tradisional, pertunjukan musik daerah, dan berbagai upacara adat yang biasanya digelar pada hari Minggu.

Di samping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.


Also published on Medium.