Maskapai Garuda Indonesia telah resmi membuka rute penerbangan langsung Jakarta-Madinah dan Banda Aceh- Jeddah.

Airport Jeddah

MEMANG Garuda Indonesia tidak henti-hentinya membenah diri dan mengambil kesempatan terbaik untuk memenuhi rute penerbangan yang dianggap dapat mendukung sektor pariwisata halal tourism (wisata halal).

Rute langsung Garuda Indonesia Jakarta-Madinah akan disediakan 3 kali dalam seminggu yakni Senin, Rabu dan Sabtu.  Rute ini dilayani menggunakan pesawat Boeing jenis 2-class dan 3-class 777-300ER dengan kapasitas 314 dan 373 kursi. Madinah dinilai sebagai pangsa pasar potensial bagi Garuda Indonesia untuk wilayah Timur Tengah untuk melayani ibadah Umrah dan Haji.

Garuda Indonesia Jakarta-Madinah diharapkan membawa lebih banyak lagi kesempatan mempromosikan destinasi halal di Indonesia.

Garuda Indonesia telah melayani 24 penerbangan dari atau ke Timur Tengah (Jeddah dan Madinah) setiap minggunya. Selain melalui Jakarta, kota-kota lain seperti Surabaya, Makasar Balikpapan, dan Medan juga telah melayani penerbangan ke Timut Tengah. Mulai 3 Mei mendatang akan kembali dibuka rute baru untuk Solo – Banda Aceh – Jeddah pp.

Sementara, rute langsung Banda Aceh – Jeddah disediakan sekali seminggu dan menggunakan jenis pesawat kelas ekonomi Airbus A330-300.

“Untuk penerbangan rute tersebut, Garuda Indonesia akan menggunakan pesawat jenis Air Bus 330-300 dengan jumlah tempat duduk 360 penumpang. Sebanyak 260 kursi untuk jamaah melalui Solo dan 100 kursi untuk jamaah melalui Bandara SIM,” kata Nano Setiawan, GM PT Garuda Indonesia perwakilan Aceh.

Garuda Indonesia Airline News

Makin banyak travel agent mendapat izin

Pihak Garuda merencanakan penerbangan jamaah umrah rute Solo-Banda Aceh-Jeddah, namun tertunda disebabkan tidak adanya perusahaan travel yang mendapat izin penyelenggaraan perjalanan umrah di Aceh. Sedangkan tahun ini sudah ada tiga travel yang mendapat izin dari Kementerian Agama, yaitu Travel Dian Almaz dan Astra Travel di Banda Aceh dan Natari Travel, Lhokseumawe.

Semua pihak banyak mendukung program Garuda itu, termasuk para pengusaha travel. Pimpinan Rapat Kerja Komisi VII DPRA, Jamaluddin T Muku mengatakan DPRA siap membantu pihak Garuda untuk mewujudkan program ini secepatnya. Menurut Jamaluddin hal ini sudah lama ditunggu masyarakat Aceh, apalagi selama ini jika warga Aceh yang ingin umrah harus melalui Bandara Kuala Namu, Medan. Jam terbang Banda Aceh-Jeddah nantinya hanya akan ditempuh dalam waktu 7 jam 45 menit.