Gunung merupakan tempat yang tepat untuk menguji kesabaran, ego diri, serta batas kemampuan diri sendiri. Tak jarang sosok yang beda akan kamu temui saat teman atau orang yang kamu kenal pulang dari menimba ilmu di alam raya ini.

Perbedaan dalam suatu hubungan itu layaknya bumbu dalam masakan. Jika kurang bumbu, kurang sedap rasanya.

Hal tersebut terjadi dengan pasangan ini. Sejak kecil, orang tua Rindhie, 29th, sering mengajak pergi ke tempat-tempat pendakian. Walau tidak sampai puncak, tetapi kegiatan hiking ala anak kecil sering mereka lakukan. Hal ini terbawa sampai Rindhie tumbuh dewasa. “Saya sangat suka hiking. Bagi saya dapat menaklukan sebuah gunung memiliki kepuasan tersendiri. Rasanya seperti panggilan untuk selalu datang kembali.” Papar Rindhie yang berprofesi sebagai Junior Consultan of Public Relation and Social Media Strategist ini.

Lain Rindhie, lain pula dengan pasangannya, Anes, 36 tahun. Anes sangat suka memancing ke tengah laut. Merasakan tarikan ikan yang berusaha lepas dari pancingan adalah rasa yang tak ternilai harganya. “Bikin jadi mau lagi dan lagi” ujar Anes yang berprofesi sebagai Sales Executive ini.

Hiking Sebagai Pembuktian Cinta

Sejak dahulu, Rindhie selalu ingin mendaki bersama pasangan. Tetapi hal tersebut tidak pernah terjadi karena perbedaan itu. Tapi kali ini, rencana pernikahannya dijadikan sebagai momentum untuk pembuktian cinta.

Ada suatu mitos bagi para pendaki. Mau tau pasanganmu seperti apa? Ajaklah dia mendaki, di sana kamu akan temukan siapa dirinya yang sebenernya.

Tapi bagaimana caranya? Tekat Anes untuk tidak ikut mendaki sudah bulat. Rasa takut berada di tengah hutan menjadi alasan utamanya. Rindhie tidak kehabisan akal, memperkenalkan Anes dengan rekan-rekan pendaki lainnya menjadi salah satu cara agar Anes mau ikut mendaki gunung. Setiap kumpul, kita membahas betapa indah dan serunya saat pendakian. Tidak lupa, Anes pasti selalu di ajaknya. Foto dan video selalu ditunjukan untuk menumbuhkan rasa penasarannya. Akhirnya, setelah merencanakan pendakian selama sebulan terwujud juga. Anes memutuskan untuk ikut pendakian dan melakukan pembuktian cintanya.  

adventure pranikah - 1

Tanjakan Jalur Putri

Ada 2 jalur pendakian ke Gunung Gede, yaitu Jalur Putri dan Cibodas. jalur Putri dengan track berupa tanjakan terjal menjadi jalur pilihan pendakian Rindhie dan tim. Pendakian melalui jalur Putri dapat menghabiskan waktu kurang lebih enam jam. Sedangkan jalur Cibodas dengan track yang landai dapat menghabiskan waktu perjalanan sekitar 11 jam.

Jumat malam tim pendakian jalan dari Jakarta menuju jalur pendakian Gunung Gede. Setelah beristirahat sejenak dan tenaga sudah terkumpul, pendakianpun dimulai pukul 03.30 dini hari menuju pos pendaftaran.

Udara dingin, gelapnya hutan dan jalur yang sangat terjal menjadi pengalaman pendakian pertama Anes. Walau demikian, Rindhie, Anes dan rekan pendaki lainnya Rizki, Diego, Matse, dan Wella begitu menikmati pendakian. Perlahan matahari mulai muncul dari ufuk timur, pohon-pohon tinggi nan gagah mulai terlihat jelas, dan hal tersebut membuat Alin beserta tim menjadi semakin bersemangat untuk terus mendaki.

Sesampainya di Pos 1, semua beristirahat sejenak, Anes masih begitu menikmati pendakiannya. Belum ada hal yang menurunkan semangatnya. Mendekati Pos 3 semua mulai merasa kelelahan. “Bie, masih jauh ya pos 3 nya?” (Tanya Anes dengan wajah lelahnya). Tanjakan Jalur Putri dengan kemiringan 40% begitu menguras tenaga. Rekan pendaki lainnya membantu dengan melakukan lelucon yang berhasil menambah semangat tim. Sampai di Pos 3, semuanya beristirahat selama 15 menit. Melihat banyaknya para pendaki yang datang setiap tahunnya, hal ini dimanfaatkan oleh penduduk sekitar dengan berjualan makanan dan minuman di Pos 3 Gunung Gede.

Adventure pranikah - 2

Matse, Rizky, Anes, Rindhie, Wella, dan Diego

Padang Savana Surya Kencana

Tepat pukul 11.00, Rizki, Diego dan Walla berhasil sampai terlebih dahulu di Padang Savana Surya Kencana. Tetapi Rindhie, Anes dan Matse baru tiba pukul 13.00. Matse setia menemani mereke sampai menuju ke Surya Kencana.

Sesampainya di Padang Savana Surya Kencana, terlihat kebahagian tersendiri bagi Anes dan Juga Rindhie. Anes yang berhasil menapakkan kaki untuk pertama kalinya di Surya Kencana, dan Rindhie berhasil membawa Anes untuk pertama kali mendaki gunung.

Semuanya bahagia dan semuanya senang. Terlihat Rindhie, Anes beserta tim mengabadikan moment mereka di Surya Kencana. Capek dan lelah mereka pun terbayar sudah dengan melihat keindahan bunga abadi (Edelweiss), yang biasa mereka dengar ceritanya hanya dari teman pendakiannya. Setelah selesai mengabadikan moment, tim mendirikan tenda untuk beristirahat dan memasak makanan.

adventure pranikah - 4

Next Trip

Keesokan harinya, Rindhi, Anes serta tim beberes dan siap-siap untuk menuju perjalanan pulang. Raut wajah kebahagian masih sangat jelas tersirat dari mereka. Meski mengalami kelelahan selama perjalanan pulang, Gunung Gede Pangrango selalu menjadi tempat yang sangat favorit untuk dikunjungi para pendaki pemula. “Saya senang dengan perjalanan kali ini, karena bisa mengajak Anes untuk mendaki gunung bersama-sama. “Tahun depan setelah kami menikah, akan saya ajak Anes ke Gunung Semeru, sambil menikmati keindahan danau Ranu Kumbolo.” (Ucap wanita yang sering disapa Alin ini).

foto: courtesy of Rindhie Marlin


Also published on Medium.