Jakarta punya hutan mangrove lho. Yuk selamatkan mangrove supaya masyarakat bisa menikmati fungsi ekologis dan ekonomisnya.

IMG-20160929-WA0022

Foto-foto: Dok Kemangteer Jakarta

 

PERNAH merasakan wisata mangove? Jakarta punya itu. Di Kawasan Pantai Indah Kapuk membentang hutan mangrove. Di tempat itu telah dibangun jembatan yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan tonjolan akar mangrove dan suasana sekitar yang jauh berbeda dengan keriuhan Ibu Kota. Banyak warga dan wisatawan lokal yang bersantai dan melakukan pengamatan di daerah tersebut, juga memancing.

IMG-20160929-WA0025Hutan mangrove memiliki banyak kegunaan, di antaranya membantu penyerapan polusi, menahan abrasi, mencegah bercampurnya air asin dan tawar, dan masih banyak lagi. Berangkat dari keprihatinan melihat kondisi hutan mangrove di Indonesia, muncul-lah komunias yang melakukan gerakan penyelamatan dan perlindungan hutan mangrove.

Apa itu KeMANGTEER? Ketua KeMANGTEER Jakarta tahun 2017 Natashi Fadhlin menjelaskan, KeMANGTEER adalah singkatan dari KeSEMAT Mangrove Volunteer Indonesia yang merupakan bagian dari volunteer KeSEMAT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur Jepara) dari Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Diponegoro, Semarang. KeMANGTEER Jakarta merupakan bagian dari KeMANGTEER Indonesia yang tersebar di 11 regional Indonesia, yakini Jakarta, Semarang, Malang, Yogjakarta, Langsa, Medan, Dumai, Serang, Karawang, Tanggerang, dan Bengkalis.

“Komunitas KeMANGTEER dibentuk untuk melakukan aksi penyelamatan hutan mangrove di berbagai wilayah Nusantara,” papar Natashi. Untuk regional Jakarta, jelasnya, terbentuk 17 September 2011, terdiri dari tiga divisi, yakni Pendidikan dan Keilmuan, Penanaman & Rehabilitasi, serta Komunikasi & Informasi.

“Kami melakukan banyak kegiatan, mulai dari edukasi dan sosialisasi pentingnya menanam mangrove kepada siswa dan masyarakat luas, penanaman mangrove, hingga rehabilitasi, dan monitoring. Di samping itu melakukan kampanye manfaat mangrove, ancaman jika hutan mangrove rusak dan hilang. Dalam pelaksanaannya kami juga berkolaborasi antarkomunitas berbasis lingkungan di wilayah Jakarta,” jelas Natashi.

IMG-20160929-WA0023Keanggotaan
Tertarik bergabung? Keanggotaan komunitas ini menurut Natashi menggunakan sistem open rekrutmen, dalam arti siapa pun yang punya ketertarikan untuk menyelamatkan dan melestarikan mangrove bisa bergabung. Saat ini KeMANGTEER Jakarta memiliki anggota sekitar 100 orang.

“Saya pribadi tertarik untuk bergabung bersama KeMANGTEER karena melihat mangrove wilayah DKI Jakarta sudah dalam peringatan darurat. Hutan mangrove di pesisir DKI sudah mulai rusak, ditebang, direklamasi dan tercemar limbah sehingga menggangu pertumbuhan dan terancam abrasi. Itu yang menggerakan hati saya untuk terjun langsung menanam mangrove dan menularkannya kepada masyarakat Jakarta,” tutur Natashi.

Tujuan KeMANGTEER Jakarta sederhana saja, menjadi wadah yang lebih dikenal oleh semua masyarakat yang ingin melakukan penanaman mangove. Mereka juga ingin menjadikan pesisir Jakarta terbentengi green belt (sabuk hijau) mangrove. Selain itu, melalui beragam kegiatan, komunitas ini berharap bisa menginspirasi banyak orang untuk perduli dengan pelestarian hutan mangrove. “Keliahtannya sepele, tetapi kelestarian hutan mangrove sangat diperlukan.”

IMG-20160523-WA0215

 

Suka Duka
Bergabung dalam KeMANGTEER membuat Natashi belajar banyak hal. Suka dan duka sudah dialami. “Saat bisa menanam mangrove, itu menjadi kebahagiaan luar biasa. Jadi ladang amal ibadah bagi manusia dan hewan lain. Tapi ketika tidak mendapat izin di suatu lahan dengan alasan lahan tersebut milik pribadi atau harus menghadapi pungli, saya rasa di situ duka dan nilai perjuangannya.

Mangrove, ujar Natashi, selain bisa mencegah terjadinya abrasi juga memiliki fungsi ekologis dan ekonomis. Dari sisi ekologis, mangrove dijadikan sebagai tempat pemijahan biota laut, tempat pengasuhan dan tempat pertukaran nutrisi. Sedangkan dari sisi ekonomis, mangrove dapat diolah menjadi panganan lezat seperti yang dilakukan KeSEMAT yang mengolah mangrove menjadi keripik, kue dll dengan merek dagang (Mas Jamang).

Propagul (buah mangrove dari jenis rhizopora mucronata) dapat dijadikan bahan pewarna alami untuk batik, kayunya dapat dijadikan arang berkualitas tinggi (namun sekarang tidak boleh diproduksi lagi karena hutan mangrove dilindungi), dan dapat dijadikan objek wisata mangrove seperti yang kini mulai hadir di berbagai pesisir wilayah Indonesia.

“Manfaatnya banyak dan jika digarap dengan benar bisa menjadi ladang kehidupan bagi masyarakat sekitar. Saat ini hutan mangrove di Jakarta juga sudah mulai menjdi tempat wisata. Memancing, mengamati kehidupan burung, dsb.Tertarik menjadi anggota KeMANGTEER? Atau mungkin sesekali sempatkan diri datang ke Kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Komunitas KeMANGTEER Jakarta
Kontak: 085710390981
http://kemangteer.org
Twitter: & instagram: @kemangteerjkt